Praka Rico Pramudia Wafat, Korban Keempat TNI dalam Serangan Israel ke Pos UNIFIL

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional, News - 25 Apr 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon, Praka Rico Pramudia, mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan medis intensif selama hampir satu bulan akibat luka berat.

Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi bahwa Praka Rico menjadi korban ledakan artileri tank Israel yang menghantam fasilitas UNIFIL di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026 .

“Indonesia mengutuk keras serangan yang menyebabkan gugurnya penjaga perdamaian kami. Penyerangan terhadap personel PBB adalah pelanggaran serius hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegas Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataan resminya, Jumat (24/4/2026).

Insiden tragis terjadi meski UNIFIL telah memberikan koordinat seluruh posisi fasilitasnya kepada militer Israel sejak awal Maret guna memitigasi risiko. Namun, proyektil 120mm dari tank Merkava yang ditembakkan dari arah timur tetap menghantam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S.

Dalam kejadian tersebut, Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon gugur di lokasi, sementara Praka Rico dan dua rekannya sempat dievakuasi untuk perawatan darurat.

Hingga saat ini, tercatat empat prajurit TNI gugur dalam tugas di wilayah tersebut. Selain insiden di Adchit Al Qusayr, konvoi pasukan PBB di dekat Bani Hayyan juga sempat menjadi sasaran yang menewaskan Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar dan Serka (Anm) Nur Ichwan.

Eskalasi Risiko di Wilayah Operasi UNIFIL

Kondisi keamanan di Lebanon selatan kian mengkhawatirkan. Selain Indonesia, Prancis juga kehilangan dua personelnya dalam serangan terpisah pekan lalu.

UNIFIL kini mencatat total lebih dari 330 kematian personel sejak misi dimulai pada 1978—menjadikan misi di Lebanon sebagai salah satu operasi penjaga perdamaian PBB dengan jumlah korban tertinggi di dunia.

Dalam perkembangan terbaru, Dewan Keamanan PBB telah memutuskan untuk mengakhiri mandat UNIFIL pada akhir Desember 2026, setelah hampir lima dekade pasukan penjaga perdamaian tersebut bertugas di Lebanon selatan. Namun, pejabat PBB menyatakan bahwa beberapa bentuk kehadiran PBB kemungkinan akan tetap ada setelah mandat berakhir.

“Pihak berwenang Lebanon sangat jelas bahwa mereka ingin mempertahankan kehadiran PBB. Kami melihat kemungkinan kehadiran yang mungkin lebih kecil dari UNIFIL,” kata Kepala Operasi Perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix kepada wartawan di Jenewa.

Pemerintah Desak Investigasi Penuh

Pemerintah RI saat ini mendesak PBB untuk melakukan investigasi menyeluruh dan transparan atas rentetan serangan ini. Jakarta menuntut akuntabilitas penuh agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.

“Negara hadir untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengorbanannya menjaga perdamaian dunia,” tulis Kemlu RI.

Proses repatriasi jenazah Praka Rico saat ini tengah dikoordinasikan secara intensif dengan pihak UNIFIL agar dapat segera dipulangkan ke tanah air dengan penghormatan militer penuh.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 day ago
1 month ago
1 month ago
1 month ago
1 month ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!