Puluhan domba milik warga Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, mati mendadak dalam sebulan terakhir/Foto: IstimewaIndoragamnewscom-Puluhan domba milik warga Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, mati mendadak dalam sebulan terakhir. Kematian bertahap ini menyebabkan kerugian peternak mencapai puluhan juta rupiah karena sebagian besar menggantungkan penghasilan dari usaha ternak domba.

Berdasarkan pendataan sementara, setidaknya 30 ekor domba mati secara bertahap di beberapa kandang warga. Kematian tidak terjadi serentak tetapi terus meningkat setiap pekan.
Emad, salah satu peternak, kehilangan 12 ekor dombanya. Ia menjelaskan bahwa ternaknya menunjukkan gejala aneh sebelum mati.
“Awalnya tidak mau makan, kemudian diare, terlihat lemas, dan bulunya rontok. Tidak lama setelah itu mati,” ujarnya dikutip Minggu malam (22/2/2026).
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan peternak karena risiko kematian bisa terus meningkat jika tidak ditangani dengan cepat. Untuk itu, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang turun langsung memeriksa lokasi kejadian.
Hasil pemeriksaan sementara mengindikasikan kematian domba dipicu gangguan saluran pencernaan yang dipengaruhi faktor cuaca dan kebersihan kandang. Kepala Bidang Peternakan, dr Nani, mengatakan petugas telah memberikan pengobatan dan penyuntikan pada ternak yang masih sakit.
“Petugas memberikan pengobatan dan penyuntikan pada ternak yang terindikasi sakit, serta mengimbau peternak untuk meningkatkan kebersihan kandang dan manajemen pakan,” ujarnya.
Dinas juga meminta peternak rutin membersihkan kandang, menjaga sirkulasi udara, dan memperhatikan kualitas pakan agar tidak lembap atau tercemar. Pemantauan lanjutan akan terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian dan mencegah bertambahnya ternak yang mati.
Para peternak berharap ada langkah cepat dan solusi konkret agar usaha mereka tidak semakin terdampak.







Tidak ada komentar