492 Ton Cabai Merah dari Aceh Tengah Dikirim ke Luar Daerah

2 menit membaca
Fazar Eka
Daerah - 22 Des 2025

Indoragamnewscom, ACEH TENGAH-Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bergerak cepat menyelamatkan pendapatan petani cabai di tengah situasi pascabencana.

Melalui pemanfaatan jalur logistik udara, sebanyak 492 ton cabai merah berhasil dikirim ke luar daerah guna menjaga stabilitas harga sekaligus menyerap hasil panen raya yang melimpah, Sabtu lalu (20/12/2025).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Tengah, Mustafa Kamal, menyampaikan bahwa langkah ini diambil sebagai solusi konkret atas terganggunya jalur distribusi darat serta tingginya produksi cabai yang bertepatan dengan masa pemulihan pascabencana.

Menurutnya, strategi yang dikenal dengan istilah “cabai terbang” tersebut merupakan hasil diplomasi cepat Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, secara langsung menyampaikan permohonan kemudahan logistik kepada Presiden RI saat kunjungan kerja ke Dataran Tinggi Gayo beberapa waktu lalu.

“Bapak Presiden menyanggupi permintaan Bupati. Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan kebijakan pemanfaatan ruang kargo pesawat logistik. Saat pesawat kembali setelah mengantar bantuan, ruang kosongnya digunakan untuk mengangkut cabai petani kita,” jelas Mustafa Kamal.

Selain berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemkab Aceh Tengah juga menyurati Bank Indonesia untuk memperoleh dukungan subsidi ongkos angkut. Koordinasi intensif turut dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memastikan kelancaran rantai distribusi di tengah kondisi darurat.

Hingga saat ini, sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, dan pihak swasta telah berhasil menyalurkan total 492 ton cabai ke berbagai daerah. Kontribusi terbesar berasal dari Ian Ekspedisi dengan volume 260 ton, disusul Rumah Tani Nusantara sebanyak 147 ton. Sementara itu, kerja sama Kementerian Pertanian dengan Kodim menyerap 40 ton, BUMD PD Tanoh Gayo sebanyak 35 ton, serta dukungan Ferry Irwandi sebesar 10 ton.

Meski demikian, Mustafa Kamal mengakui bahwa belum seluruh hasil panen petani dapat terserap secara optimal. Luasnya areal tanam yang memasuki panen raya secara bersamaan menjadi tantangan tersendiri dalam proses distribusi.

“Kami menyadari masih ada warga yang kesulitan memasarkan cabainya. Pemerintah terus berupaya mencari solusi agar hasil keringat petani tidak terbuang sia-sia,” tambahnya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengimbau para petani yang masih mengalami kendala pemasaran agar segera berkoordinasi dengan BUMD PD Tanoh Gayo atau mitra distribusi seperti Rumah Tani Nusantara, sehingga hasil panen dapat segera tertangani dan tersalurkan dengan baik.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!