Sungai Citalahab Meluap Ratusan Warga Mengungsi

2 menit membaca
Fazril Maulana
Daerah, News - 17 Feb 2026

Indoragamnewscom, CIAMIS-Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ciamis mengevakuasi 164 jiwa menyusul banjir besar yang melanda Kecamatan Pamarican, Jawa Barat, pada Senin malam (16/2/2026).
Luapan Sungai Citalahab dilaporkan merendam permukiman warga di Desa Bangunsari dan Desa Sukahurip setelah wilayah tersebut diguyur hujan intensitas tinggi.

Hingga saat ini, para pengungsi terkonsentrasi di dua titik utama yakni Masjid Nurul Hak dan Diniyah Al Ma’arif guna mendapatkan perlindungan sementara.

Kepala BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengungkapkan bahwa dampak terparah terjadi di Dusun Kubangsari, Desa Bangunsari, dengan total 260 rumah yang terendam air.

Secara keseluruhan, terdapat 831 jiwa atau 282 kepala keluarga yang terdampak langsung oleh bencana ini.

“Hingga saat ini tercatat 164 jiwa mengungsi di Desa Bangunsari, dengan titik pengungsian di Masjid Nurul Hak dan Diniyah Al Ma’arif,” ujar Ani saat memberikan keterangan pada Selasa (17/2/2026).

Kerugian tidak hanya menyasar sektor pemukiman, tetapi juga mengancam ketahanan pangan lokal karena sekitar 200 hektare sawah ikut tenggelam. Padahal, tanaman padi di wilayah tersebut sudah memasuki usia 80 hari atau mendekati masa panen.

“Selain permukiman, sekitar 200 hektare lahan persawahan dengan usia tanam padi sekitar 80 hari juga ikut terendam,” ucap Ani menambahkan.

Di Desa Sukahurip, kerusakan infrastruktur terpantau cukup parah dengan jebolnya tanggul sungai sepanjang 18 meter.

Insiden ini tercatat sebagai kali kedua Sungai Citalahab meluap dalam kurun waktu sepekan terakhir setelah kejadian serupa pada 9 Februari lalu.

Ani menjelaskan bahwa upaya perbaikan tanggul sebenarnya sedang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy.

Namun, debit air yang kembali meningkat menghancurkan penanganan sementara yang tengah dikerjakan.

“Aliran Sungai Citalahab kembali meluap dan menjebol tanggul yang sedang ditangani sementara oleh BBWS Citanduy, sehingga kembali merendam permukiman dan area persawahan,” katanya.

Saat ini personil gabungan dari BPBD, TNI, Polri, hingga relawan masih bersiaga di lokasi untuk membantu pembersihan rumah warga dan pendistribusian logistik.

Fokus utama petugas adalah memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tercukupi sambil menunggu air surut sepenuhnya.

“Untuk kerugian materiel masih dalam proses kaji cepat,” ujar Ani menutup laporannya terkait situasi terkini di lapangan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!