TRENDING

Tol Solo-Yogyakarta Fungsional Hingga Gerbang Purwomartani Saat Mudik Lebaran 2026

3 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 22 Feb 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Progres pembangunan proyek strategis nasional Tol Solo Yogyakarta kini difokuskan pada penyelesaian Gerbang Tol Purwomartani di wilayah Kalasan, Sleman.
Infrastruktur yang dikelola oleh PT Jasamarga Jogja-Solo ini ditargetkan dapat beroperasi secara fungsional guna menyangga beban arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Peninjauan lapangan yang dilakukan Komisi V DPR RI memastikan bahwa akses menuju Ring Road Utara Yogyakarta ini akan menjadi tumpuan utama dalam memecah kepadatan lalu lintas di jalan nasional.

Sistem lalu lintas yang akan diterapkan pada masa fungsional tersebut mengandalkan skema satu arah secara bergantian. Strategi ini diambil untuk mengakomodasi volume kendaraan yang diprediksi melonjak tajam saat libur hari raya.

Dengan total investasi mencapai Rp26,6 triliun, jalan tol sepanjang 96,57 kilometer ini terbagi menjadi tiga seksi pembangunan yang melintasi medan dengan karakteristik geologi serta kepadatan penduduk yang beragam.

“Nanti rencananya saat arus mudik tol ini difungsikan satu arah dari Solo ke Yogyakarta, begitupun sebaliknya bila arus balik satu arah dari Yogyakarta ke Solo. Hal ini untuk meminimalisir kemacetan saat beroperasi fungsional,” ungkap Roberth Rouw dikutip Minggu (22/2/2026).

Mengingat kompleksitas proyek dan tantangan alam di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, pengawasan terhadap standar konstruksi menjadi sorotan utama.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum diminta menjamin durabilitas aspal dan struktur bangunan terhadap risiko bencana, terutama banjir dan gempa bumi yang kerap mengancam infrastruktur di jalur selatan Jawa.

Kualitas pengerjaan tidak boleh dikompromikan demi mengejar target operasional fungsional.

“Komisi V DPR RI meminta Ditjen Bina Marga Kementerian PU untuk meningkatkan pengawasan dan evaluasi dalam pelaksanaan konstruksi Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo untuk memenuhi standar dan kualitas konstruksi jalan, baik pada tahap perencanaan/desain, pelaksanaan konstruksi, dan pemeliharaan rutin jalan tol termasuk ketahanan konstruksi terhadap banjir dan gempa bumi,” tandas Roberth Rouw.

Kehadiran jalan tol ini secara teknis akan memangkas durasi perjalanan antara Solo dan Yogyakarta secara drastis dari dua jam menjadi sekitar 50 menit saja.
Selain efisiensi waktu, keterhubungan jalur ini diharapkan memicu simpul ekonomi baru di sepanjang koridor Klaten hingga Sleman.

Proyeksi jangka panjang pembangunan ini akan terus dikebut hingga mencapai Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo demi integrasi moda transportasi udara dan darat yang lebih solid.

“Saya berharap pembangunan Tol Yogyakarta – Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo juga menjadi prioritas untuk segera diselesaikan agar konektivitas ini akan menumbuhkan ekonomi sekitarnya,” pungkasnya.

Hingga saat ini, pembangunan fisik pada seksi-seksi krusial terus menunjukkan peningkatan signifikan. Sinergi antara kontraktor dan pemerintah daerah menjadi kunci agar pembebasan lahan serta kendala teknis di lapangan dapat segera teratasi.

Kelancaran konektivitas di jantung Pulau Jawa ini dipercaya menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan logistik di wilayah Jawa Tengah maupun Yogyakarta secara berkelanjutan.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
4 weeks ago
1 month ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!