Akses jalan Dusun Senutul di perbatasan Sanggau belum layak, warga harus menandu jenazah karena ambulans tidak bisa masuk, soroti kebutuhan infrastruktur pedalaman/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, SANGAU-Akses jalan yang belum memadai di Dusun Senutul, Desa Suruh Tembawang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, di perbatasan Indonesia–Malaysia, membuat ambulans tidak dapat langsung mengantar jenazah ke rumah duka, Rabu (25/2/2026).

Kondisi jalan tanah dan jembatan yang belum layak memaksa warga bergotong royong menandu jenazah dari desa menuju dusun dengan berjalan kaki sekitar satu jam.
“Kerabat kami meninggal karena sakit dan telah menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Sanggau. Kondisi jalan yang masih minim menyebabkan ambulans tidak bisa langsung membawa jenazah ke rumah duka. Warga secara gotong royong membawa jenazah dengan cara ditandu,” ungkap Beni, warga Senutul, Rabu (25/2/2026).
Jenazah diberangkatkan dari RSUD Kabupaten Sanggau sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di Desa Suruh Tembawang pada pukul 01.00 dini hari. Sejak sore, warga telah menunggu kedatangan jenazah tersebut.

“Dari Desa Suruh Tembawang berjalan kaki menuju Dusun Senutul kurang lebih satu jam dengan kondisi jalan tanah dan tanpa penerangan listrik. Puji syukur saat membawa jenazah kerabat kami itu bisa lancar sampai rumah duka,” tambah Beni.
Ia berharap pemerintah pusat dapat meningkatkan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman perbatasan, khususnya Dusun Senutul dan sekitarnya. Selama ini, warga yang sakit dalam kondisi darurat harus ditandu menuju Desa Suruh Tembawang untuk kemudian dibawa ambulans ke pusat kesehatan masyarakat.
“Akses jalan menuju Dusun Senutul masih berupa jalan tanah serta jembatan yang belum memadai, sehingga ambulans tidak bisa langsung menuju dusun saat warga membutuhkan pelayanan kedaruratan,” tutup Beni.
Kondisi ini kembali menyoroti kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah perbatasan guna menjamin akses layanan kesehatan dan kemanusiaan bagi masyarakat.






