TRENDING

Wisata Religi: Jejak Dakwah Wali Songo di Pulau Jawa

3 menit membaca
Fazar Eka
News, Wisata - 17 Feb 2026

Indoragamnewscom-Arus ziarah ke berbagai situs keramat di Pulau Jawa mulai meningkat signifikan seiring mendekatnya bulan suci Ramadan. Wisata religi Wali Songo tetap menjadi magnet utama bagi umat muslim yang ingin merefleksikan kembali sejarah penyebaran Islam di Nusantara.

Kesembilan tokoh legendaris ini tidak hanya meninggalkan jejak spiritual, tetapi juga warisan arsitektur dan budaya yang kini tersebar dari Jawa Timur hingga Jawa Barat.

Di Surabaya, Makam Sunan Ampel menjadi titik awal yang selalu dipadati pengunjung. Sebagai pendiri Pesantren Ampeldenta, Sunan Ampel mewariskan prinsip dakwah moh limo yang legendaris, sementara area makamnya kini berkembang menjadi pusat niaga perlengkapan ibadah.

Bergeser ke wilayah Gresik, terdapat dua pusat ziarah penting yakni Makam Sunan Giri dan Sunan Gresik. Makam Sunan Giri di Desa Giri tercatat mengalami lonjakan peziarah yang sangat drastis setiap kali memasuki bulan puasa.

Tidak jauh dari sana, Makam Sunan Gresik atau Syekh Maulana Malik Ibrahim di Desa Gapurosukolilo juga menjadi tujuan utama, terutama pada malam ke-25 Ramadan.

Sunan Gresik yang dikenal memiliki garis keturunan langsung ke Nabi Muhammad SAW ini dahulu menggunakan strategi niaga untuk mendekati masyarakat, sebuah metode yang membuat ajaran Islam diterima dengan tangan terbuka oleh penduduk lokal.

Jalur ziarah berlanjut ke Kabupaten Tuban dan Lamongan, tempat bersemayamnya Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Kompleks Makam Sunan Bonang menawarkan keunikan visual dengan perpaduan gapura bercorak Hindu-Buddha yang mencerminkan akulturasi budaya pada masa itu.

Sementara itu, di Lamongan, peziarah Makam Sunan Drajat sering kali mencari air dari sumur tua di kompleks tersebut yang dipercaya memiliki keberkahan.

Sunan Drajat sendiri dikenang sebagai figur yang fokus pada pendidikan akhlak dan kesejahteraan umat, menjadikannya sosok pemimpin yang sangat dihormati hingga saat ini.

Di Jawa Tengah, tiga lokasi ziarah utama berada di Kudus dan Demak. Sunan Kudus dimakamkan tepat di belakang Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, sebuah bangunan ikonik yang menggabungkan teknologi pertukangan masa lalu dengan seni Islam.

Di sisi lain, Sunan Muria menawarkan pengalaman ziarah yang berbeda karena lokasinya berada di ketinggian lebih dari 1.600 mdpl di Bukit Muria. Sementara di Demak, Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu tetap menjadi situs paling legendaris.
Sunan Kalijaga dikenal karena kepiawaiannya memasukkan nilai-nilai dakwah ke dalam seni wayang dan budaya lokal yang membuat Islam menyebar luas tanpa melalui jalur kekerasan.

Titik akhir dari rangkaian wisata religi ini berada di Jawa Barat, yakni Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon. Terletak di Gunung Sembung, kompleks seluas 5 hektar ini menampung sekitar 500 makam, termasuk makam Putri Ong Tien Nio yang merupakan istri dari Sunan Gunung Jati.

Sebagai Sultan pertama di Kasultanan Cirebon, Sunan Gunung Jati mengintegrasikan otoritas politik dengan dakwah agama, menciptakan pusat peradaban Islam yang kuat di wilayah barat Jawa.

Seluruh rangkaian destinasi ini menjadi bukti nyata bahwa ziarah bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya menjaga ingatan kolektif atas akar sejarah Islam di Indonesia.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Trending Harian

INSTAGRAM

2 weeks ago
4 weeks ago
1 month ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!