Selada Air, Sayuran dengan Skor Sempurna dari CDC

2 menit membaca
Padilah Rahayu
Ragam - 31 Mei 2026

Indoragamnewscom-Kandungan vitamin K-nya mencapai 312 persen kebutuhan harian. Sayuran beraroma sedikit pedas ini juga terbukti menekan stres oksidatif penyebab penyakit kronis.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pernah memberi nilai sempurna 100 untuk selada air dalam daftar powerhouse fruits and vegetables. Sayuran dari keluarga Brassicaceae ini mengungguli kangkung, brokoli, hingga bayam.

Dalam 100 gram selada air, terkandung 93,3 gram air dan hanya 17 kalori. Ia juga menyimpan vitamin K 312 persen dari angka kecukupan gizi harian—berperan dalam pembentukan tulang dan fungsi otak.

Mekanisme Melawan Kanker dan Radikal Bebas

Selada air kaya akan glukosinolat, senyawa yang terurai menjadi isothiocyanate. Zat inilah yang disebut-sebut dalam berbagai studi mampu menghambat proliferasi sel kanker.

Penelitian dalam Journal of Evidence-Based Complementary & Alternative Medicine (2021) menunjukkan ekstrak daun selada air dapat mengurangi stres oksidatif pada hewan uji. Kandungan antioksidannya, seperti vitamin C dan flavonoid, bekerja menetralisasi radikal bebas.

Uji klinis pada manusia juga mencatat hasil. Sebanyak 65 partisipan penyandang disabilitas yang mengonsumsi ekstrak selada air 750 mg/kg/hari selama lima pekan mengalami penurunan signifikan pada penanda stres oksidatif dan protein C-reaktif.

Perlindungan untuk Jantung dan Pembuluh Darah
Manfaat lain datang dari kandungan nitrat alami dalam selada air. Nitrat membantu melebarkan pembuluh darah dan melancarkan aliran darah yang tersumbat.

Sebuah studi dalam Mediators of Inflammation Journal (2013) menemukan bahwa karotenoid—kelompok antioksidan yang melimpah dalam selada air—dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke. Kandungan folatnya juga membantu menekan homosistein, senyawa yang terkait dengan hipertensi.

Perhatian bagi Konsumen Tertentu

Meski tergolong aman, ada sejumlah catatan. Pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin disarankan menjaga asupan vitamin K tetap konsisten. Konsumsi berlebihan juga berisiko pada penderita batu ginjal karena kandungan oksalatnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) AS masih mengizinkan klaim kesehatan bahwa vitamin C dalam selada air berkontribusi pada pembentukan kolagen dan perlindungan sel dari stres oksidatif.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!