4 Kriteria Memilih Pasangan dalam Islam

4 menit membaca
Nita Susilawati
Khazanah - 11 Nov 2025

Indoragamnewscom-Menikah adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, bahkan termasuk ke dalam sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam proses memilih pasangan, Islam memberikan panduan yang jelas agar pernikahan dapat membawa kebahagiaan dan keberkahan.

Salah satu panduan yang sering dijadikan pedoman adalah hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan empat kriteria dalam memilih pasangan hidup. Kriteria-kriteria ini bukan hanya tentang aspek duniawi, tetapi juga sangat memperhatikan aspek spiritual yang akan menjadi fondasi utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis.

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:

 

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعِ : لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرُ بِذَاتِ الدَيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

 

Artinya: “Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.” (HR Bukhari)

Empat Kriteria Memilih Pasangan dalam Islam

Terdapat empat kriteria utama dalam memilih pasangan menurut ajaran Islam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam merinci keempat hal ini dalam hadits di atas yang menjadi pedoman dalam menentukan pasangan hidup. Berikut rinciannya :

1. Memilih Pasangan yang Baik Hartanya

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya menyebutkan bahwa salah satu alasan seseorang memilih pasangan adalah karena harta yang dimiliki calon tersebut.

Meskipun harta bukanlah satu-satunya faktor yang harus dipertimbangkan, tetapi memiliki kondisi finansial yang baik dapat membantu dalam menunjang kehidupan rumah tangga yang stabil.

Ibnu Hajar dalam kitab Fath Al-Bari menegaskan bahwa dalam aspek ini, penting untuk mempertimbangkan kafa’ah atau kesetaraan dalam hal finansial antara suami dan istri.

2. Memilih Pasangan yang Baik Keturunannya

Keturunan atau nasab juga menjadi salah satu kriteria yang dianjurkan dalam Islam. Seorang pria dianjurkan untuk memilih wanita yang memiliki latar belakang keluarga yang baik, seperti berasal dari keluarga ulama, bangsawan, atau memiliki reputasi baik di masyarakat.

Namun, kriteria ini tetap harus dikombinasikan dengan pertimbangan agama. Ibnu Hajar mengingatkan bahwa jika keturunan atau nasab seseorang baik tetapi agamanya kurang, maka tetaplah mendahulukan agama dalam memilih pasangan.

3. Memilih Pasangan yang Cantik Wajahnya

Tidak bisa dipungkiri, kecantikan atau ketampanan juga menjadi salah satu daya tarik dalam memilih pasangan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyadari bahwa manusia secara alami tertarik pada keindahan fisik, namun beliau juga mengingatkan agar kecantikan ini tidak menjadi satu-satunya patokan.

Jika dihadapkan pada pilihan antara kecantikan dan akhlak yang baik, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan untuk memilih yang memiliki akhlak dan agama yang baik, meskipun mungkin tidak memiliki paras yang menawan.

Hadits lainnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah:

لَا تَزَوَّجُوا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ فَعَسَى حُسْنُهُنَّ أَنْ يُرْدِيَهُنَّ وَلَا تَزَوَّجُوهُنَّ لِأَمْوَالِهِنَّ فَعَسَى أَمْوَالُهُنَّ أَنْ تُطْغِيَهُنَّ وَلَكِنْ تَزَوَّجُوهُنَّ عَلَى الدِّينِ وَلَأَمَةٌ خَرْمَاءُ سَوْدَاءُ ذَاتُ دِينِ أَفْضَلُ

Artinya: “Janganlah kalian menikahi perempuan karena kecantikannya, bisa jadi kecantikannya itu merusak mereka. Janganlah menikahi mereka karena harta-harta mereka, bisa jadi harta-harta mereka itu membuat mereka sesat. Akan tetapi nikahilah mereka berdasarkan agamanya. Seorang budak perempuan berkulit hitam yang telinganya sobek tetapi memiliki agama adalah lebih utama.” (HR Ibnu Majah)

4. Memilih Pasangan yang Baik Agamanya

Kriteria yang paling utama dalam memilih pasangan hidup adalah agamanya. Rasulullah SA sangat menekankan pentingnya memilih pasangan yang taat beragama karena hal ini akan menjadi penentu utama dalam membangun rumah tangga yang diridhai Allah.

Imam Nawawi juga, dalam Syarh Shahih Muslim-nya, berkata:

فِي هَذَا الْحَدِيثِ حَثٌّ عَلَى مُصَاحَبَةِ أَهْلِ الدِّينِ فِي كُلِّ شَيْءٍ لِأَنَّهُ يَنْتَفِعُ بِأَخْلَاقِهِمْ وَيَكُونُ آمِنًا مِنْ ضَرَرِهِمْ . وَفِي هَذَا الْحَدِيثِ تَرْغِيبٌ فِي صُحْبَةِ أَهْلِ الْخَيْرِ وَاجْتِنَابِ صُحْبَةِ أَهْلِ الشَّرِّ

Artinya: “Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk memiliki relasi dan persahabatan dengan orang yang baik agamanya dalam segala hal. Karena siapa saja yang bersahabat dengan mereka, maka ia akan mendapatkan manfaat dari akhlak, keberkahan, dan kebaikan jalan hidup, serta aman dari mafsadah ketika berada di sisi mereka.”

Imam Nawawi kemudian menambahkan, bahwa makna yang benar dari hadits ini adalah Rasulullah SAW menyampaikan apa yang biasa orang-orang lakukan, mereka biasanya mengincar keempat kriteria tersebut (bukan karena Rasul memerintahkannya), dan yang terakhir menurut mereka adalah yang baik agamanya. Maka pilihlah pasangan yang baik agamanya agar kamu beruntung. (Abu Zakariya an-Nawawi, al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, juz 10, hal 51-52).

Dengan memilih pasangan yang baik agamanya, seseorang akan mendapatkan manfaat tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

Memilih pasangan hidup adalah keputusan besar yang harus dilakukan dengan penuh pertimbangan dan doa. Islam telah memberikan panduan yang jelas dalam hadits-hadits Rasulullah SAW, yang menekankan pentingnya mempertimbangkan harta, keturunan, kecantikan, dan yang paling utama, agama.

Dengan mengikuti panduan ini, insya Allah rumah tangga yang dibangun akan membawa kebahagiaan dan keberkahan.

 

Sudahkah kamu mempertimbangkan kriteria-kriteria ini dalam memilih pasangan?

 

 

Sumber:bmm

 

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!