TRENDING

Melewatkan Sarapan Bisa Merusak Gusi dan Kesehatan Mulut

3 menit membaca
Padilah Rahayu
Ragam - 30 Mar 2026

Indoragamnewscom-Sarapan sering dianggap sekadar pengisi perut sebelum beraktivitas. Padahal, kebiasaan melewatkan waktu makan pagi tidak hanya berdampak pada energi tubuh, tetapi juga menyimpan risiko jangka panjang bagi kesehatan mulut.

Konsultan dokter bedah gigi di Fortis Hospital, Jalandhar, Dr Pallavi Gautam, mengungkapkan bahwa tidak sarapan dapat merusak gusi dan mengganggu keseimbangan kimia mulut.

Saat bangun tidur, mulut dalam kondisi kering karena produksi air liur berkurang di malam hari, menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri berkembang biak.

Sarapan berfungsi lebih dari sekadar sumber energi bagi tubuh. Menurut Dr Pallavi, makanan pagi merangsang produksi air liur yang menjadi garis pertahanan pertama mulut.

“Air liur bukan sekadar ludah. Ia melindungi mulut dari asam, membersihkan sisa makanan, dan menjaga bakteri jahat tetap terkendali,” jelasnya dikutip dari Hindustan Times.

Melewatkan sarapan membuat produksi air liur tertunda, sehingga bakteri jahat lebih leluasa berkembang.

Pertumbuhan bakteri yang tidak terkendali dapat menyebabkan iritasi pada gusi. Kondisi ini memicu peradangan, pendarahan, dan berujung pada penyakit gusi. Yang memperparah, kebiasaan memulai hari dengan secangkir kopi justru memperburuk keadaan.

“Kopi membuat mulut semakin kering, menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri jahat, yang dapat menyebabkan iritasi gusi, peradangan, pendarahan, hingga penyakit gusi,” tambah Dr Pallavi.

Secara alami, tubuh mengalami jeda panjang antara makan malam dan sarapan. Jeda ini sebenarnya sudah cukup lama. Jika diperpanjang dengan melewatkan sarapan, dampaknya bisa tersembunyi namun serius.

“Ketika mulut kosong dalam waktu lama, kadar asam tidak terkontrol, yang dapat menyebabkan gusi dan enamel gigi melemah,” ujar Dr Pallavi.

Penelitian lain mendukung temuan ini. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Periodontology pada 2022 menunjukkan bahwa kebiasaan melewatkan sarapan dikaitkan dengan peningkatan risiko periodontitis hingga 28 persen setelah disesuaikan dengan faktor perokok dan kebiasaan menyikat gigi.

Data dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) di Amerika Serikat juga menemukan bahwa orang yang rutin melewatkan sarapan memiliki skor kesehatan mulut yang lebih rendah dibandingkan mereka yang sarapan teratur.

Dr Pallavi menekankan bahwa perubahan kecil dalam rutinitas pagi dapat memberikan dampak besar. Bagi yang tidak punya cukup waktu untuk sarapan lengkap, ia menyarankan sarapan cepat dan seimbang seperti buah-buahan, kacang-kacangan, atau roti sederhana.

Makanan ini membantu merangsang kelenjar air liur dan menyeimbangkan pH mulut. Selain itu, minum air putih segera setelah bangun tidur juga penting untuk melembapkan mulut dan membersihkan bakteri yang menumpuk selama malam hari.

“Dalam kesibukan hidup kita, kesehatan mulut sering menjadi hal pertama yang terabaikan. Padahal, gusi kita lebih peka terhadap rutinitas harian daripada yang kita kira,” ujar Dr Pallavi.

Kebiasaan tidak sarapan juga berkontribusi pada peningkatan risiko karies gigi. Ketika mulut kosong dalam waktu lama, produksi air liur yang berfungsi menetralkan asam dari sisa makanan menurun drastis.

Akibatnya, pH mulut menjadi lebih asam, menciptakan lingkungan yang mendukung demineralisasi enamel dan pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans penyebab gigi berlubang.

Meski demikian, para ahli tidak menganjurkan sarapan dengan makanan tinggi gula. Roti manis, sereal dengan tambahan gula, atau jus kemasan justru dapat mempercepat pembentukan plak dan meningkatkan risiko kerusakan gigi.

Pilihan terbaik adalah makanan berserat, protein tanpa lemak, serta buah dan sayur segar yang merangsang produksi air liur sekaligus membersihkan permukaan gigi secara alami.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
4 weeks ago
1 month ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!