Anggota Komisi IX DPR Sihar P.H. Sitorus/Foto: Humas DPR RIIndoragamnewscom, JAKARTA-Anggota Komisi IX DPR RI Sihar P.H. Sitorus menilai revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan harus mengakomodasi kearifan lokal dan karakteristik ketenagakerjaan di daerah.

Ia menyampaikan hal itu dalam pertemuan di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak.
Sihar menyoroti struktur adat di Kalimantan Barat yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas ketenagakerjaan, terutama pada sektor berbasis sumber daya lokal.
“Dalam rangka revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan, saya ingin mendapatkan aspirasi dari Bapak-Ibu sekalian. Kalimantan Barat memiliki struktur adat yang berkaitan langsung dengan ketenagakerjaan. Ini bisa menjadi pengayaan dalam revisi undang-undang, baik secara akademis maupun berdasarkan kearifan lokal,” ujarnya dikutip Kamis (4/6/2026).

Sektor pertanian dan perkebunan menyerap sekitar 55 persen tenaga kerja di Kalimantan Barat. Sihar menjelaskan, sektor itu memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat lokal. Karena itu, hubungan antara adat, dunia usaha, dan ketenagakerjaan perlu menjadi perhatian dalam penyusunan regulasi agar aktivitas ekonomi berjalan lebih lancar dan berkelanjutan.
Ia juga menyoroti tantangan kualitas sumber daya manusia. Sekitar 41 persen tenaga kerja berpendidikan SD ke bawah.
Kondisi itu memerlukan perhatian melalui program peningkatan keterampilan yang disesuaikan dengan karakteristik daerah.
“Kami perlu mendapatkan masukan terkait upskilling atau peningkatan kapasitas yang dibutuhkan sesuai karakteristik Kalimantan Barat. Saya rasa karakteristik ini juga akan ditemukan di daerah-daerah lain sehingga dapat menjadi bahan pengayaan dalam penyusunan kebijakan nasional,” ungkapnya.
Sihar meminta dukungan kalangan akademisi untuk memberikan hasil riset terkait kesenjangan antara jumlah lulusan dengan kebutuhan lowongan kerja yang tersedia.
“Dari sisi akademisi, kami juga memerlukan hasil riset mengenai gap antara jumlah lulusan dengan lowongan kerja yang tersedia. Ini penting karena ke depan dapat berpengaruh terhadap kurikulum SMK agar lulusannya benar-benar siap memasuki dunia kerja,” tutupnya.






