Bekam: Antara Sunnah Nabi dan 15 Manfaat Kesehatan

2 menit membaca
Padilah Rahayu
Ragam - 18 Jun 2026

Indoragamnewscom-Bekam, atau al-hijamah, adalah teknik penyedotan lokal darah dari sayatan kulit kecil. Praktik ini punya akar sejarah panjang: sejak zaman kerajaan Sumeria, Babilonia, Mesir kuno, Saba, dan Persia.

Di Indonesia, bekam dikenal sejak masa lampau dan mengalami kebangkitan pesat sejak tahun 90-an. Dalam pandangan Islam, bekam sangat dianjurkan dan dianggap sunnah.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya pengobatan paling ideal yang kalian gunakan adalah bekam.”

Cara kerja bekam: meningkatkan aliran darah, mengendurkan jaringan ikat, dan merangsang penyembuhan. Metodenya mirip pemijatan jaringan dalam, digunakan untuk mengatasi jaringan parut dan mengurangi rasa sakit.

15 Klaim Manfaat

Penelitian menunjukkan kombinasi akupunktur dan bekam dapat membantu meningkatkan kesuburan dan mengatasi masalah ginekologi, dengan efek positif pada saluran tuba falopi dan penurunan stres.
Bekam juga diduga menurunkan risiko asam urat, meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Terapi ini terkenal mampu mengoptimalkan aliran darah, meregangkan jaringan, dan membantu proses penyembuhan alami. Peningkatan aliran darah disebut dapat mengurangi gejala penyumbatan bronkus akibat asma atau alergi, serta menjaga elastisitas kulit dan mencegah penuaan dini.

Bekam juga diklaim menurunkan tingkat nyeri, mengurangi peradangan pada arthritis, meningkatkan imunitas seluler, membantu mengatasi migrain, penyakit rematik, sindrom terowongan karpal, mengurangi kecemasan dan depresi, mengobati varises, herpes zoster, hingga gangguan gastrointestinal seperti irritable bowel disease (IBD).

Prosedur dan Risiko

Ada dua jenis bekam. Bekam kering: praktisi membakar bahan di dalam cangkir, lalu menempelkannya di kulit selama beberapa menit. Bekam basah: setelah cangkir ditempel, terapis membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan darah, lalu cangkir ditempel kembali. Setelah terapi, area diolesi salep antibiotik dan ditutup perban.

Efek samping ringan yang mungkin muncul: luka bakar, memar, kelelahan, tegang otot, dan mual. Biasanya bersifat sementara.

Bekam tidak dianjurkan untuk: ibu hamil, anak-anak di bawah 4 tahun, wanita menstruasi, pengguna obat pengencer darah, penderita penyakit pembekuan darah, riwayat masalah kulit, epilepsi, dan kondisi lainnya.

Konsultasikan dengan tenaga medis sebelum menjalani terapi bekam.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

4 weeks ago
1 month ago
2 months ago
3 months ago
3 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!