Kemenkes ingatkan bahaya fase kritis DBD yang terjadi saat demam mulai turun. Masyarakat diminta tidak terkecoh dan segera cari pertolongan medis/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom, JAKARTA-Kementerian Kesehatan memperkuat pengendalian dengue untuk mencapai target nol kematian akibat penyakit itu pada 2030. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap fase kritis yang kerap luput dari perhatian.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, menegaskan dengue masih menjadi ancaman serius karena berpotensi menyebabkan kematian jika terlambat ditangani.
“Dengue ini berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengenali tanda dan gejalanya serta memahami kapan harus segera mencari pertolongan medis,” ujarnya dalam Temu Media di Jakarta dikutip Kamis (18/6/2026).
Prima memaparkan tiga fase perjalanan penyakit yang wajib dipahami masyarakat. Fase demam tinggi terjadi pada hari pertama hingga ketiga dengan suhu mencapai 38–40 derajat Celsius, disertai nyeri otot dan sakit kepala hebat.

Fase kritis terjadi setelah hari ketiga ketika suhu tubuh justru menurun—periode yang sering mengecoh karena pasien tampak membaik, padahal berisiko mengalami kebocoran plasma, perdarahan, hingga syok.
Fase penyembuhan adalah tahap di mana kondisi berangsur pulih dan trombosit kembali normal setelah fase kritis terlewati dengan penanganan tepat.
“Ketika demam turun, masyarakat jangan langsung menganggap pasien sudah sembuh. Fase kritis inilah yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa,” tegas Prima.
Selain edukasi deteksi dini, Kemenkes mengimbau masyarakat memutus rantai penularan dengan memberantas sarang nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk pembawa virus dengue berkembang biak di genangan air bersih, baik di dalam rumah maupun lingkungan sekitar.
Tempat perindukan meliputi bak mandi, toren, penampungan dispenser atau kulkas, vas bunga, barang bekas, hingga cekungan alami seperti lubang bambu dan pelepah daun.
Sebagai langkah preventif, Kemenkes mendorong penerapan gerakan 3M Plus: menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang barang bekas, ditambah perlindungan ekstra.
“Melalui kombinasi edukasi, deteksi dini, penanganan medis yang cepat, serta gerakan 3M Plus, Pemerintah optimistis target nol kematian akibat dengue di Indonesia dapat terwujud pada 2030,” pungkas Prima.






