Ilustrasi Marah/Foto:Pixabay
Indoragamnews.com, JAKARTA-Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kita bagaimana cara yang tepat dan sesuai dengan ketentuan agama dalam mengatasi diri disaat kita marah.

Rasulullah mengatasi kemarahan dengan cara menenangkan diri melalui tindakan seperti diam, duduk, dan berwudu.
Beliau juga mengajarkan untuk membaca taawudz (A’udzu billahiminasyaitanirrajim) untuk perlindungan dari setan, mengingat nasihat “jangan marah”, serta mengubah posisi tubuh saat marah, dari berdiri menjadi duduk atau berbaring.
Di zaman modern ini tentu sangat berat sekali untuk bisa menahan marah apalagi dalam kondisi dimana kita saat ini hidup di akhir zaman.

Namun, ada beberapa tim yang bisa kita lakukan disaat marah itu datang.
Tindakan fisik dan mental
Diam: Berhenti berbicara untuk menghindari ucapan buruk yang bisa keluar saat marah dan memberi waktu untuk berpikir jernih.
Duduk atau berbaring: Mengubah posisi tubuh dapat membantu meredakan emosi. Jika sedang berdiri, segeralah duduk; jika masih marah, berbaringlah.
Berwudu: Berwudu diyakini dapat memadamkan api kemarahan karena amarah berasal dari setan yang terbuat dari api, dan api dapat padam dengan air.
Membaca taawudz: Mengucapkan “A’udzu billahiminasyaitanirrajim” untuk memohon perlindungan dari godaan setan yang mendorong amarah.
Mengingat nasihat: Mengingat kembali wasiat Rasulullah SAW untuk tidak mudah marah akan memotivasi diri untuk menahan emosi.
Beristighfar: Mengucapkan istighfar dapat membantu menenangkan diri dan mencari solusi dari permasalahan.
Sholat: Jika kemarahan tidak mereda, melaksanakan salat sunah dua rakaat dapat membantu meredakan amarah.
Semoga Bermanfaat !







Tidak ada komentar