BKSAP DPR Tegaskan Komitmen Indonesia soal Disabilitas di Sidang IPU Istanbul

2 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 19 Apr 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Delegasi Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR RI menghadiri Sidang Umum ke-152 Inter-Parliamentary Union di Istanbul pada 15–19 April 2026.

Dalam forum tersebut, Indonesia menegaskan pentingnya kesetaraan dan perlindungan bagi penyandang disabilitas sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Delegasi Indonesia dipimpin Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, bersama Anggota BKSAP Fraksi PDI-Perjuangan, Irine Yusiana Roba Putri, serta Anggota BKSAP Fraksi Gerindra, Ruby Chairani Syiffadia.

Ruby dalam sesi pembahasan Demokrasi dan Hak Asasi Manusia, Jumat (17/4/2026), menekankan bahwa inklusi merupakan fondasi utama dalam pembangunan global mengingat jumlah penyandang disabilitas di dunia mencapai sekitar satu miliar orang.

“Mengadopsi undang-undang hanyalah langkah awal. Tantangan utama terletak pada implementasi yang efektif,” ujar Ruby.

Ia memaparkan sejumlah langkah strategis yang perlu dilakukan parlemen, di antaranya memperkuat implementasi regulasi melalui target terukur dan koordinasi lintas sektor, meningkatkan fungsi pengawasan serta sistem data agar kebijakan lebih tepat sasaran, serta memastikan alokasi anggaran yang inklusif untuk infrastruktur ramah disabilitas, teknologi bantu, pendidikan inklusif, dan dukungan ketenagakerjaan.

Ruby juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja layak, penerapan kuota ketenagakerjaan, serta pengembangan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas.

Ia menegaskan bahwa partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam proses perumusan kebijakan menjadi hal yang krusial.

“Kebijakan harus disusun bersama penyandang disabilitas, bukan hanya untuk mereka. Suara mereka harus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan,” tegas politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pembangunan sosial inklusif tidak hanya berorientasi pada perlindungan, tetapi juga pemberdayaan agar setiap individu dapat berkontribusi secara setara.

“Sehingga masyarakat akan menjadi lebih adil, produktif, dan tangguh,” ujar Ruby.

Melalui forum IPU tersebut, Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan komunitas internasional dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Komitmen Indonesia jelas, mendorong pembangunan inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!