Pertunjukan Wayang Golek Sunda dengan tokoh ikonik dan iringan gamelan/Foto: IstimewaIndoragamnewscom-Jika bicara soal identitas Tanah Sunda, tak lengkap rasanya tanpa menyebut Wayang Golek. Seni pertunjukan boneka kayu ini bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan warisan tutur yang menyimpan filosofi mendalam.

Dari panggung hajatan di desa hingga institusi pendidikan di luar negeri, Wayang Golek terus membuktikan eksistensinya.
Apa yang membuat kesenian ini begitu istimewa? Mari kita bedah satu per satu!
Kolaborasi Seni yang Menghidupkan Panggung

Sebuah pertunjukan Wayang Golek adalah simfoni dari berbagai unsur seni yang bersatu padu:
Dalang: Sang “otak” di balik layar. Ia menghidupkan karakter melalui gerak, berbagai jenis suara, serta narasi yang sarat petuah moral dan humor segar khas Sunda.
Nayaga: Kelompok pemusik tradisional yang memainkan gamelan, kendang, gong, dan rebab.
Juru Kawih dan Juru Alok: Penembang yang mengisi suasana dengan tembang-tembang merdu serta suara latar tokoh pendukung.
Mengenal 3 Jenis Wayang Golek
Wayang Golek terus berevolusi mengikuti zaman. Setidaknya ada tiga jenis utama yang sering kita temui:
1.Wayang Golek Purwa: Jenis paling populer yang membawakan epos Mahabharata dan Ramayana dengan sentuhan lokal Sunda.
2.Wayang Golek Cepak: Spesialis kisah sejarah lokal atau legenda tokoh-tokoh daerah.
3.Wayang Golek Modern: Versi kekinian yang mengangkat isu sosial, politik, dan kehidupan sehari-hari agar tetap relevan bagi generasi milenial dan Gen Z.
Lebih dari Tontonan: Sarana Kritik dan Spiritual
Hingga saat ini, Wayang Golek masih menjadi primadona dalam acara pernikahan atau perayaan adat. Fungsinya sangat kuat secara sosial; dalang sering kali menyisipkan sindiran sosial dan pesan moral melalui tokoh-tokoh lucu seperti si Cepot.
“Wayang golek berperan sebagai seni pertunjukan rakyat yang memiliki fungsi sosial yang kuat—menjawab kebutuhan spiritual, sekaligus menjadi sarana hiburan yang mempererat hubungan antarwarga.”
Cermin Budaya yang Tak Lekang oleh Zaman
Wayang Golek adalah refleksi masyarakat Sunda yang kreatif, guyub, dan kaya nilai. Menariknya, kesenian ini tidak hanya bertahan di dalam negeri, tetapi juga mulai mencuri perhatian dunia sebagai bagian dari kajian budaya internasional. Ia adalah warisan yang hidup—terus berkembang mengikuti arus zaman tanpa pernah melupakan akarnya.
Profil Tiga Legenda Dalang Wayang Golek di Jawa Barat:
1. Abeng Sunarya (Sang Peletak Dasar Giri Harja)
Abeng Sunarya adalah sosok “akar” dari dinasti dalang paling berpengaruh di Tanah Pasundan, yaitu dinasti Giri Harja. Tanpa peran beliau, mungkin kita tidak akan mengenal gaya pendalangan yang ikonik dari Bandung.
2. Ade Kosasih Sunarya (Maestro Sastra dan Suara)
Putra dari Abeng Sunarya ini dikenal sebagai dalang yang memiliki kecerdasan luar biasa dalam menyusun sastra dan dialog. Ade Kosasih Sunarya adalah sosok yang membuat Wayang Golek terasa begitu elegan namun tetap komunikatif.
3. Asep Sunandar Sunarya (Sang Inovator dan Pendobrak Dunia)
Siapa yang tak kenal sosok ini? Asep Sunandar Sunarya adalah dalang yang membawa Wayang Golek “keluar dari kotak”. Beliau adalah adik dari Ade Kosasih Sunarya yang membawa unsur modernitas ke atas panggung kayu.







Tidak ada komentar