TRENDING

Cellica Dorong Program Magang Nasional Prioritaskan Peserta Lokal

3 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 18 Apr 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Anggota Komisi IX DPR RI Cellica Nurrachadiana mendorong program pemagangan nasional lebih mengedepankan kearifan lokal dengan memberi prioritas kepada peserta dari daerah setempat.

Ia mengusulkan proporsi minimal 50 persen peserta magang berasal dari lokal agar peserta tidak perlu merantau ke daerah lain.

Cellica menilai keterlibatan aktif pemerintah daerah dan dunia usaha lokal dapat membuka lebih banyak peluang pemagangan tanpa harus memindahkan peserta ke daerah lain.

“Kalau saja (pemerintah) kabupaten, kota, hingga dinas tenaga kerja ini berkomunikasi dengan seluruh Apindo, mereka bisa membantu pemerintah pusat dalam hal ini Kemenaker untuk membuka peluang pemagangan bagi anak-anak kita, berarti anak-anak kita yang ada di daerah situ enggak perlu jauh-jauh mendaftar untuk daerah lain,” ujarnya dikutip Sabtu (18/4/2026).

Ia menegaskan pendekatan tersebut bukan untuk membatasi mobilitas peserta, melainkan sebagai langkah mitigasi risiko, terutama bagi peserta yang harus merantau.

“Bukan artinya kita ngeblok, tidak boleh, karena ini bersifat nasional. Tapi ini kan memitigasi resiko-resiko. Jadi kalau misalnya peluang kerja pemagangannya ada di suatu daerah tertentu, artinya mereka enggak perlu ngekos di daerah lain,” jelas Cellica.

Skema pemagangan berbasis lokal, menurutnya, memberikan manfaat ekonomi dan perlindungan bagi peserta, khususnya perempuan. “Mereka bisa menabung, bahkan resiko-resiko khususnya untuk peserta pemagangan perempuan itu bisa diminimalisir. Mereka jadi bisa selain mendapat pengalaman, mereka juga bisa nabung,” tambahnya.

Cellica pun mendorong proporsi peserta lokal dalam program pemagangan ditingkatkan secara signifikan. “Jadi yang minimal 50 persen itu ada di peserta pemagangan yang lokal,” tegasnya.

Selain itu, ia menilai perlu ada penguatan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah melalui mekanisme yang lebih terstruktur, termasuk perjanjian kerja sama di tingkat daerah. Apalagi setiap daerah punya potensi yang berbeda, mulai dari sektor jasa, perdagangan, pariwisata, hingga industri dan manufaktur.

Cellica juga menyoroti pentingnya pemerataan program pemagangan antar daerah melalui komunikasi yang lebih intens antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, evaluasi program ke depan perlu berbasis data agar dapat melihat kesesuaian antara latar belakang pendidikan peserta dengan kebutuhan industri.

“Harapannya tracing-nya ini jelas ya, jadi lebih jelas lagi. Tinggal nanti kan ini sudah berjalan di batch keempat, harapannya kan ini lebih optimal, nanti kita bisa lihat datanya, jadi banyaknya dari jurusan apa, terus kanalnya banyaknya perusahaan apa, itu kan nanti kelihatan semuanya,” pungkas Cellica.

Program Pemagangan Nasional sendiri merupakan program unggulan Kementerian Ketenagakerjaan yang ditujukan bagi lulusan pendidikan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja di industri. Pemerintah menargetkan 100.000 peserta pada 2026.

Dalam kunjungan ke Badung, Komisi IX DPR juga meninjau pelaksanaan program di sektor pariwisata setempat. Kabupaten Badung dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan program magang, khususnya di sektor pariwisata dan jasa, dengan tingkat pengangguran terbuka yang berhasil turun dari 2,72 persen pada 2024 menjadi 1,57 persen pada 2025.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
4 weeks ago
1 month ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!