Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani/Foto: Humas DPR RIIndoragamnewscom, JAKARTA-Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menilai pendidikan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah mengalami perubahan signifikan, terutama pada aspek infrastruktur dan transformasi digital.

Namun ia mengakui kualitas dan mutu pendidikan belum sepenuhnya merata serta belum dapat diakses secara adil oleh seluruh warga negara.
Lalu mengungkapkan bahwa kemajuan paling konkret adalah revolusi infrastruktur pendidikan. Pada tahun sebelumnya, Indonesia hanya mampu merenovasi sekitar 17.000 sekolah, sementara pada 2026 angka tersebut naik drastis menjadi 70.000 sekolah.
“Pemerintah menargetkan pada tahun 2028 seluruh sekolah di Indonesia akan selesai direnovasi,” kata politisi Fraksi PKB ini dikutip Senin (4/5/2026).

Selain infrastruktur, Lalu menyebut pemerintah juga mendorong transformasi digital dengan memasang papan pintar (smart board) interaktif di ruang kelas, menambah tunjangan guru non-ASN, dan meluncurkan program Sekolah Rakyat.
“Terkait penilaian saya terhadap kemajuan pendidikan di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, saya dapat menyatakan bahwa telah terjadi arah perubahan yang nyata, meskipun tantangannya masih sangat berat,” ujarnya.
“Pada akhirnya, kesimpulan saya adalah pemerintahan Prabowo-Gibran serius dalam membenahi aspek infrastruktur pendidikan, namun kami akan terus mengawal SDM, yakni para guru, berjalan seimbang,” kata dia.
Meski anggaran pendidikan secara nominal besar, Lalu menilai belum mampu menjawab seluruh kebutuhan riil di lapangan. Masih ada kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedalaman, terutama di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Biaya distribusi guru dan fasilitas belajar di daerah terpencil lebih mahal dibandingkan di kota, sehingga banyak sekolah yang masih kekurangan tenaga pendidik dan infrastruktur,” kata dia.
Bagi Lalu, ini merupakan pekerjaan rumah besar yang menuntut kehadiran negara secara sungguh-sungguh, baik untuk siswa di Jakarta maupun di Papua. Ia menekankan bahwa pendidikan bermutu untuk semua tidak cukup hanya dengan gedung baru yang megah, tetapi juga harus diiringi dengan kualitas belajar yang unggul bagi setiap anak bangsa.







Tidak ada komentar