Bek kiri Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas/Foto: Instagram Dony TriIndoragamnewscom, JAKARTA-Kekalahan 0-2 dari Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada pekan ke-20 Liga Super 2025/2026 tentu pahit bagi Persija Jakarta.

Namun, dalam suasana muram itu, suara muda dari lini belakang muncul memberikan penegasan. Dony Tri Pamungkas, bek kiri sekaligus pemain masa depan timnas, dengan tegas menolak sikap larut dalam kekecewaan.
Ia mengajak seluruh skuad Persija untuk segera bangkit, mengevaluasi kesalahan, dan fokus pada pertandingan selanjutnya yang masih banyak tersisa.
Pernyataan ini menjadi sinyal penting tentang mentalitas tim di tengah persaingan ketat di papan atas klasemen, di mana setiap poin sangat berharga.

Kekalahan di Kandang sebagai Pelajaran Berharga
Takluk dari Arema FC bukan sekadar hilang tiga poin di kandang sendiri. Bagi Dony Tri Pamungkas, hasil itu adalah cermin untuk introspeksi. “Semua pemain sudah bekerja keras, memang bukan hasil yang diinginkan,” ujar pemain kelahiran 2005 itu, mengakui usaha tim meski berujung pada kekalahan.
Namun, pengakuan usaha tak lantas membuatnya berpuas diri. Ia menyebut kekalahan ini sebagai pelajaran berharga agar tim bisa tampil lebih solid. Tekadnya jelas: tim harus segera membalikkan halaman buruk dan mencari cara untuk kembali ke jalur kemenangan.
Fokus pada Perbaikan Detail, Bukan Kekecewaan
Alih-alih menyalahkan keadaan, Dony Tri Pamungkas langsung menunjuk pada hal teknis yang perlu diperbaiki. Pasca-laga, evaluasi menjadi kata kunci. Pemain Timnas Indonesia U-23 itu menegaskan Persija harus segera memperbaiki detail permainan.
Fokusnya menyeluruh, “mulai dari organisasi lini belakang hingga efektivitas serangan,” paparnya. Pernyataan ini menunjukkan kesadaran bahwa kekalahan bukan disebabkan oleh satu faktor saja, tetapi mungkin oleh rangkaian detail yang kurang tepat di berbagai sektor lapangan.
“Kami evaluasi apa yang perlu diperbaiki, lalu fokus ke pertandingan selanjutnya,” tegas Dony.
Peluang Masih Terbuka, Asa di Papan Atas Belum Padam
Meski tertinggal dari puncak klasemen, Dony Tri Pamungkas mengingatkan bahwa musim masih panjang. Persija masih memiliki banyak laga tersisa. Peluang untuk memperbaiki posisi dan kembali bersaing ketat di papan atas masih terbuka lebar.
Harapannya, konsistensi permainan dan kerja keras yang tanpa henti dari seluruh pemain dapat menjadi modal untuk bangkit. “Serta menjaga asa bersaing di papan atas Super League 2025/2026,” tutupnya.






