Kiper Italia Gianluigi Donnarumma mengaku menangis usai Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia ketiga kalinya berturut-turut. Ia berjanji akan berjuang membawa Italia kembali/Foto: SkysportsIndoragamnewscom-Kiper timnas Italia sekaligus penjaga gawang Manchester City, Gianluigi Donnarumma, mengaku menangis dengan “kesedihan yang luar biasa” setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Kegagalan ini dipastikan setelah Gli Azzurri takluk 4-1 dalam adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina pada Selasa (31/3/2026), setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.
Donnarumma, yang melakukan debut internasional pada usia 17 tahun pada 2016, mengaku belum pernah sekalipun merasakan bermain di Piala Dunia dan baru akan memiliki kesempatan pada usia minimal 31 tahun.
Italia sempat unggul 1-0 lebih dulu melalui gol Moise Kean pada menit ke-15 sebelum bek Alessandro Bastoni menerima kartu merah langsung pada menit ke-41. Bermain dengan 10 orang, Italia kebobolan gol penyeimbang dari Haris Tabakovic pada menit ke-79.
Pada babak adu penalti, Donnarumma gagal menepis satu pun tendangan lawan, sementara dua algojo Italia—Pio Esposito dan Bryan Cristante, gagal mencetak gol. Frustrasi Donnarumma terlihat saat ia terlibat adu mulut dengan kiper lawan, Nikola Vasilj, di sela-sela adu penalti.

“Kemarin malam, setelah pertandingan, saya menangis,” tulis Donnarumma di Instagram pada Rabu (1/4/2026).
“Saya menangis karena kekecewaan tidak bisa membawa Italia ke tempat yang pantas. Saya menangis karena kesedihan luar biasa yang saya rasakan, bersama seluruh grup Azzurri, yang saya bangga menjadi kaptennya, dan yang saat ini juga Anda rasakan sebagai penggemar tim nasional kami,” tambahnya.
Donnarumma bersumpah akan terus berjuang dan membawa Italia kembali ke tempat yang pantas.
“Setelah kekecewaan sebesar ini, Anda perlu menemukan keberanian untuk membalik halaman, untuk memulai lagi. Dan untuk melakukan itu, Anda membutuhkan banyak kekuatan, hasrat, dan keyakinan. Percaya pada diri sendiri, karena itu adalah mesin yang membuat kami terus berjalan. Karena hidup menghargai mereka yang memberikan segalanya, tanpa pernah menahan diri. Dan dari situlah kita harus memulai lagi. Bersama. Sekali lagi. Untuk membawa Italia kembali ke tempat yang pantas,” tulisnya.
Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi Italia, juara dunia empat kali yang terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 2014. Donnarumma, yang saat ini berusia 27 tahun, akan berusia 31 pada Piala Dunia 2030, itu pun jika Italia berhasil lolos.
Kiper yang bergabung dengan Manchester City pada musim panas 2025 ini telah mengoleksi 78 caps untuk Italia dan menjadi kapten tim sejak 2022, namun belum pernah sekalipun merasakan atmosfer Piala Dunia.
Pelatih Italia Gennaro Gattuso juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung usai pertandingan.
“Para pemain ini tidak pantas menerima hasil seperti ini. Mereka sudah menunjukkan usaha, cinta, dan tekad yang luar biasa,” ujarnya.
Gattuso sendiri masih memiliki kontrak hingga 2028, namun masa depannya sebagai pelatih kini menjadi spekulasi setelah gagal membawa Italia ke Piala Dunia.






