Harga Gas Melon 3 Kg Dipastikan Tak Naik, Bahlil Akui Distribusi Masih Ruwet

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional, News - 21 Apr 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin harga LPG 3 kg bersubsidi tetap flat di tengah kenaikan harga gas nonsubsudi yang mencapai 18 persen. Sejak program diluncurkan 2007, pemerintah belum pernah sekali pun menaikkan harga komoditas itu.

Bahlil mengaku stok LPG subsidi saat ini berada di atas standar minimum nasional. Kebijakan menahan harga gas melon, katanya, sejalan dengan komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat—sama seperti pada BBM jenis Pertalite dan Biosolar.

Namun diakui Bahlil, harga di lapangan kerap tak sesuai ketentuan.

“Yang ada, (harga) itu dimainkan di distributor dan pangkalan. Itu yang mau saya tata untuk betul-betul subsidi itu yang menerima adalah yang berhak,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Selasa (21/4/2026).

Pemerintah sebelumnya semut coba menata distribusi dengan menghapus pengecer pada Februari 2025. Kebijakan itu justru memicu antrean panjang dan kelangkaan sementara. Solusi kini: pengecer didorong mendaftar sebagai subpangkalan resmi agar harga di tingkat retail bisa ditekan.

Sementara itu, harga LPG nonsubsidi melesat per 18 April 2026. PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Bright Gas 12 kg sebesar 18,75 persen menjadi Rp228.000 per tabung untuk wilayah Jawa, Bali, dan NTB. Varian 5,5 kg naik 18,89 persen menjadi Rp107.000 per tabung.

Bahlil menyebut kenaikan ini tak bisa dihindari karena mengikuti mekanisme pasar global, yang merujuk pada harga Saudi Aramco.

“Kan ada formulasinya. Jadi, kalau harga dunia turun, dia pasti turun juga. Kalau harga dunia naik, naik,” pungkasnya.

Lonjakan harga energi global memang sedang ekstrem. Saudi Aramco menaikkan harga jual propane sebesar US$205 per metrik ton menjadi US$750 per ton untuk April 2026.

Harga butane juga naik US$260 menjadi US$800 per ton. Di sisi lain, penutupan Selat Hormuz sejak awal Maret akibat perang di Timur Tengah telah menghentikan pengiriman LPG dari kawasan Teluk yang sebelumnya menyumbang 30 persen ekspor global.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!