Puan Minta Pemerintah Evaluasi Total Pasukan Perdamaian

2 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 22 Apr 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Delapan prajurit TNI menjadi korban dalam misi UNIFIL di Lebanon. Ketua DPR Puan Maharani tak mau kejadian itu berulang.

Puan meminta pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh penugasan pasukan perdamaian Indonesia di tengah eskalasi konflik global yang meningkat. Evaluasi itu mencakup kejelasan mandat, kesiapan logistik, hingga sistem perlindungan personel di lapangan.

“Indonesia harus menjaga keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang ada di luar negeri, termasuk pasukan TNI yang kita tugaskan di garda terdepan,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (21/4/2026).

Serangan terhadap pasukan UNIFIL di Lebanon Selatan terjadi dalam sepekan terakhir Maret 2026. Praka Farizal Romadhon gugur pada 29 Maret akibat proyektil artileri di dekat Adchit Al Qusayr. Sehari kemudian, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan tewas ketika ledakan di pinggir jalan menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan.

Hasil penyelidikan awal PBB mengungkap, satu prajurit tewas akibat proyektil tank yang ditembakkan militer Israel. Dua lainnya meninggal karena ledakan bom rakitan atau IED yang kemungkinan besar dipasang Hizbullah. PBB menyebut insiden itu “tidak dapat diterima” dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Pada 3 April 2026, serangan ketiga terjadi di El Addaiseh, Lebanon selatan, melukai tiga personel peacekeepers Indonesia . Total delapan prajurit TNI menjadi korban dalam rangkaian serangan itu.

“Pemerintah dan stakeholder harus bisa menjamin serta mengevaluasi apakah keselamatan tersebut perlu dilengkapi atau disiapkan lebih lanjut,” kata Puan.

Ia menekankan bahwa evaluasi harus berlandaskan standar praktik terbaik internasional untuk operasi pemeliharaan perdamaian PBB. Aspek yang dinilai mencakup kesiapan politik, kapasitas personel, dan lingkungan operasi .

Pemerintah sebelumnya telah mengambil langkah diplomatik. Indonesia mendesak PBB menggelar rapat Dewan Keamanan dan melakukan investigasi kredibel. “Kita menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian,” ucap Menteri Luar Negeri Sugiono saat menjemput jenazah di Bandara Soekarno-Hatta, 4 April 2026.

Presiden Prabowo Subianto langsung melepas prosesi pemulangan jenazah tiga prajurit yang gugur. Upacara penghormatan tertinggi digelar di VIP Lounge Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Puan juga mendorong pemerintah bersama para pemangku kepentingan melakukan evaluasi berkala. Tujuannya memastikan seluruh kebutuhan pengamanan pasukan di wilayah konflik terpenuhi, termasuk kemungkinan penyesuaian kebijakan terkait penugasan di masa depan.

“Bagaimana kesiapan logistik, kesiapan pasukan, dan lain-lain sebagainya,” ujarnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
4 weeks ago
4 weeks ago
4 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!