bekantanIndoragamnewscom-Tarakan, kabupaten di Kalimantan Utara, menyimpan satu kawasan wisata yang berada tepat di jantung kota. Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) terletak di Jalan Gajah Mada, bersebelahan dengan kompleks Pasar Gusher.

Pengunjung hanya butuh waktu sekitar 5 menit dari pusat kota menggunakan angkot atau kendaraan sewaan.
Luasnya sekitar 21 hektar, kawasan ini bukan hanya objek wisata favorit. Hutan mangrove ini berfungsi sebagai paru-paru Kota Tarakan sekaligus pelindung dari abrasi air laut. Pohon-pohon bakau di dalamnya rata-rata berusia puluhan hingga ratusan tahun.
Yang membuat kawasan ini istimewa adalah keberadaan bekantan, satwa langka endemik Kalimantan yang dilindungi. Bekantan dijuluki “Monyet Belanda” karena hidungnya yang panjang. Monyet ini hidup bebas, senang bergelantungan di pohon, dan lincah berayunan dari satu pohon ke pohon lain. Tingkahnya menjadi atraksi yang menghibur para pengunjung.

Hutan Mangrove Tarakan juga dimanfaatkan sebagai laboratorium hidup bagi peneliti dari dalam dan luar negeri. Panorama perpaduan hutan mangrove dengan kekayaan flora dan fauna di dalamnya menawarkan pemandangan yang dinamis dan masih sangat alami.
Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan langsung tingkah laku kawanan bekantan, siapkan kamera dan lensa Anda. Momen langka ini layak diabadikan.
Sumber: Indonesia Kaya






