Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat menegaskan perayaan Imlek yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan menciptakan ruang dialog antar kelompok/Foto: WikipediaIndoragamnewscom, JAKARTA-Perayaan Tahun Baru Imlek dinilai bukan sekadar seremoni budaya tahunan komunitas Tionghoa. Momentum ini justru menjadi strategi kebangsaan untuk merawat kohesi sosial di tengah keberagaman.

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat menegaskan perayaan Imlek yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan menciptakan ruang dialog antar kelompok.
Interaksi tersebut mampu memperkuat ikatan sosial setiap anak bangsa sehingga mendorong akselerasi pembangunan nasional.
“Perayaan Imlek yang melibatkan masyarakat ini menciptakan ruang dialog antar kelompok yang ada sehingga mampu memperkuat kohesi sosial setiap anak bangsa,” kata Lestari dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (17/2/2026).
Wakil Ketua MPR RI ini menjelaskan perayaan Imlek saat ini bukan lagi tentang identitas semata. Masyarakat majemuk dengan keberagaman budaya yang tinggi harus dikelola menjadi kekuatan untuk membangun bangsa.
Rerie, sapaan akrab Lestari, menilai besarnya tantangan yang dihadapi dalam proses pembangunan saat ini membutuhkan gerak bersama setiap anak bangsa.
“Di tengah kebinekaan yang dimiliki, Indonesia membutuhkan kohesi sosial yang kuat sehingga setiap anak bangsa mampu bergerak untuk mewujudkan cita-cita bersama,” ujar Politisi Fraksi Partai NasDem itu.
Rerie berharap momentum perayaan Imlek tahun ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memperkokoh persatuan. Modal sosial yang kuat menjadi prasyarat utama untuk mewujudkan peningkatan daya saing bangsa di masa depan.
Perayaan Imlek yang berlangsung di berbagai daerah menunjukkan wajah Indonesia yang toleran dan mampu merawat keberagaman sebagai kekuatan.







Tidak ada komentar