Kemenhut Aktifkan Posko Karhutla di Kalbar Antisipasi Godzilla El Nino 2026

2 menit membaca
Nandang Permana
Nasional - 05 Apr 2026

Indoragamnewscom, KALBAR-Kementerian Kehutanan mengaktifkan Pos Komando Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat sebagai langkah antisipatif menghadapi lonjakan titik panas serta potensi fenomena El Nino ekstrem pada 2026.

Hingga 31 Maret 2026, Kalbar mencatat 7.883 titik panas dengan luas area terdampak mencapai 479,12 hektare . Aktivasi posko di tingkat Unit Pelaksana Teknis ini dilakukan untuk memperkuat sistem deteksi dini dan percepatan penanganan di lapangan menyusul peningkatan signifikan hotspot pasca-Idulfitri.

Polhut Ahli Utama Kementerian Kehutanan, Sustyo Iriyono, menegaskan bahwa pengawasan menjadi faktor kunci dalam pengendalian karhutla.
“Pengawasan ini bukan hanya soal teknis pemadaman, tetapi memastikan adanya ketaatan, kontrol konsisten, dan langkah antisipatif yang terukur. Dengan pengawasan kuat, setiap potensi titik api bisa dideteksi lebih awal dan ditangani lebih cepat,” ujar Sustyo dikutip Minggu (5/4/2026).

Kabupaten Kubu Raya menjadi wilayah dengan luasan pemadaman terbesar mencapai 131,20 hektare, diikuti Kabupaten Sambas, Ketapang, Mempawah, dan Kota Singkawang. Untuk mempercepat penanganan, sebanyak 195 personel yang tergabung dalam 13 regu Manggala Agni telah dikerahkan ke lapangan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho S. Mustiko, menyatakan bahwa Kalimantan Barat merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla tertinggi sehingga membutuhkan kesiapsiagaan lebih dini.

Aktivasi posko ini difokuskan pada penguatan patroli terpadu di wilayah rawan, optimalisasi pemantauan hotspot secara real-time, serta peningkatan kesiapan personel dan peralatan. Selain itu, pelaporan harian antar-unit juga diintegrasikan untuk memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi.

Pemerintah juga mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar, yang masih menjadi salah satu penyebab utama karhutla.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati sebelumnya menegaskan bahwa kunci utama pencegahan karhutla terletak pada kemampuan mengantisipasi, bukan hanya bereaksi memadamkan api. BMKG telah mengintegrasikan prediksi iklim 10 harian, prakiraan cuaca mingguan, serta Fire Danger Rating System (FDRS) untuk deteksi dini wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pencegahan sejak awal musim kemarau guna menekan dampak kebakaran hutan, termasuk risiko kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan berpotensi meluas hingga lintas negara.
Dengan penguatan sistem pengawasan dan koordinasi lintas sektor, pemerintah menargetkan pengendalian karhutla dapat dilakukan lebih efektif, sekaligus meminimalkan kerugian ekologis dan sosial yang ditimbulkan.

 

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!