Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes menjalani debut resminya bersama AFC Ajax pada pekan ke-24 Eredivisie 2025/26.Indoragamnewscom-Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, resmi menjalani debutnya bersama AFC Ajax pada pekan ke-24 Eredivisie musim 2025/2026. Dalam laga yang berlangsung di Johan Cruijff ArenA, Minggu (22/2/2026), Ajax harus berbagi angka setelah ditahan imbang 1-1 oleh NEC Nijmegen.

Meski mencatatkan performa individu yang impresif, debut Maarten Paes di AFC Ajax ini diwarnai kekecewaan lantaran klub raksasa Amsterdam tersebut gagal mengamankan poin penuh di kandang sendiri.
Paes tampil selama 90 menit penuh dengan torehan tujuh penyelamatan penting, 61 sentuhan, serta 12 kali recovery. Penjaga gawang berusia 26 tahun ini dipercaya turun sejak menit awal menggantikan Vítezslav Jaros yang harus absen karena cedera.
Walau tampil heroik di bawah mistar, Paes menilai hasil imbang melawan tim papan tengah seperti NEC merupakan sebuah kerugian besar bagi ambisi juara Ajax musim ini.
“Ketika Anda adalah Ajax, Anda harus selalu mengalahkan NEC di kandang,” ujar Paes yang dikutip dari laman resmi Ajax pada Minggu (22/2/2026).
Keputusan menurunkan Paes diambil pelatih Fred Grim sehari sebelum pertandingan. Paes mengungkapkan bahwa komunikasi dengan staf pelatih berjalan sangat terbuka sejak ia menginjakkan kaki di Amsterdam.
Kepercayaan pelatih menjadi modal penting baginya saat harus langsung menghadapi tekanan tinggi di liga papan atas Belanda tersebut.
Baca Juga“Pelatih dan saya berbicara singkat kemarin. Sejak saya tiba di sini, kami memiliki komunikasi yang baik. Fred Grim selalu terbuka kepada saya. Kemarin dia hanya bertanya, ‘Apakah kamu siap?’” kata Paes.
Meski banjir pujian atas penyelamatannya, Paes secara objektif mengakui penampilannya belum sempurna. Kurangnya ritme pertandingan kompetitif setelah proses kepindahan membuatnya masih merasakan adanya kekurangan kecil dalam penguasaan bola.
Ia merasa harus segera beradaptasi dengan intensitas permainan tim agar bisa berkontribusi lebih besar di laga-laga berikutnya.
“Secara pribadi, saya rasa cukup baik. Ada beberapa kesalahan kecil saat menguasai bola. Dengan pengalaman dan perjalanan yang saya jalani, saya mencoba tetap setenang mungkin, meski benar-benar langsung dilempar ke situasi yang sulit,” ucap Paes.
Kiper andalan Indonesia ini juga menyoroti aspek ketajaman yang belum maksimal akibat jarang mendapatkan menit bermain sebelumnya.
“Saya memang sedikit kehilangan ketajaman. Tetapi kita belajar dari situasi seperti ini. Dalam beberapa hari ke depan, kami akan mengevaluasi beberapa hal,” tutur Paes.
Dalam jalannya pertandingan, Ajax sebenarnya sempat memimpin lebih dulu melalui aksi Mika Godts pada menit ke-39. Namun, keunggulan tersebut sirna pada menit ke-57 setelah Darko Nejasmic membobol gawang Paes. Gol balasan NEC Nijmegen tersebut lahir dari skema bola mati yang dinilai Paes terjadi akibat koordinasi pertahanan yang kurang disiplin dalam situasi krusial.
“Mereka mencetak gol dari momen yang cukup berantakan lewat sepak pojok atau tendangan bebas. Satu gol memang dianulir, tetapi kami harus lebih tegas dalam situasi seperti itu,” kata Paes.
Hasil imbang ini menahan posisi Ajax di peringkat keempat klasemen sementara Eredivisie dengan koleksi 43 poin dari 24 pertandingan.






