Pemudik Pilih Pulang Lebih Awal Guna Hindari Lonjakan Harga Tiket

2 menit membaca
Fazril Maulana
Daerah - 10 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Arus mudik di Terminal Kampung Rambutan mulai menunjukkan pergerakan penumpang yang memilih berangkat lebih dini guna menghindari kemacetan dan kenaikan tarif bus antar-kota-antar-provinsi (AKAP).

Meski puncak kepadatan diprediksi baru terjadi beberapa hari ke depan, sejumlah pemudik dengan tujuan jarak jauh seperti Jawa Timur dan Sumatera telah memadati ruang tunggu sejak H-10 Idul Fitri 1447 Hijriah.

Strategi pulang lebih awal ini dinilai efektif oleh warga untuk mengamankan tiket dengan harga normal serta memastikan kenyamanan selama perjalanan panjang menuju kampung halaman.

Efisiensi biaya dan waktu menjadi alasan utama bagi para penumpang dalam menentukan jadwal keberangkatan pada masa pra-mudik ini.

Salah satu pemudik tujuan Surabaya, Arman, mengungkapkan bahwa dirinya sengaja mengatur jadwal jauh hari sebelum periode puncak arus mudik dimulai.

“Mau mudik lebih awal ke Surabaya biar nggak kena macet. Harga tiket juga masih normal kalau jauh dari sebelum arus mudik,” ujarnya Selasa (10/03/2026).

Ia menambahkan bahwa tiket kelas super executive yang dibelinya masih berada di kisaran harga wajar, sementara durasi perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar 11 hingga 12 jam.

Sejalan dengan mulai meningkatnya aktivitas penumpang, pengelola Terminal Kampung Rambutan mengintensifkan pemeriksaan kelaikan armada bus melalui prosedur ramp check.

Pengelola terminal menargetkan minimal 40 bus menjalani inspeksi setiap hari guna memastikan aspek keamanan dan administrasi kendaraan terpenuhi sebelum diberangkatkan.

Adapun fokus utama pemeriksaan meliputi sistem pengereman, kemudi, serta lampu, yang menengarai komitmen penyelenggara transportasi dalam menekan risiko kecelakaan di jalan raya.

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, menegaskan bahwa tidak ada ruang kompromi bagi armada yang ditemukan memiliki kendala pada sistem utama kendaraan.

Selain mesin, kelengkapan penunjang keselamatan seperti alat pemukul kaca, kotak obat, dan segitiga pengaman menjadi syarat mutlak bagi bus untuk dinyatakan layak jalan.

“Setiap satu kali pemeriksaan bus membutuhkan waktu lebih kurang 20 menit,” kata Revi.
Pengetatan ini dijadwalkan berlangsung secara masif hingga akhir Maret mendatang guna menjamin keselamatan para pemudik selama masa angkutan Lebaran.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
2 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!