Menag Ungkap Indek Kerukunan Agama Tahun 2025 Terbaik Sepanjang Sejarah Bangsa

3 menit membaca
Nandang Permana
Nasional, News - 12 Jan 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar melepas ribuan peserta Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi sosial lintas iman untuk memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman bangsa.

Menag menegaskan, kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan etnis yang membaur tanpa sekat mencerminkan praktik nyata “Keindonesiaan yang sejati”.

Menurutnya, kerukunan bukan sekadar jargon, melainkan nilai hidup yang harus terus dirawat bersama.

“Kehadiran seluruh komponen umat beragama dan berbagai etnis di sini mencerminkan keindahan Indonesia. Indonesia adalah rumah besar yang menaungi keberagaman etnis, agama, dan kepercayaan kita,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam siaran pers yang diterima InfoPublik.

Ia menekankan bahwa partisipasi lintas iman di Wonogiri menjadi bukti empiris bahwa keberagaman justru merupakan kekuatan strategis bangsa, bukan sumber perpecahan.

“Melalui momentum ini, kita tidak hanya merayakan perbedaan, tetapi sesungguhnya sedang merayakan kebersamaan dan keindonesiaan yang sejati,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menag memaparkan capaian penting pemerintah dalam menjaga harmoni sosial.

Ia mengungkapkan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) tahun 2025 mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Kita patut bersyukur, Indeks Kerukunan Umat Beragama tahun 2025 tercatat sebagai yang terbaik sepanjang sejarah bangsa Indonesia,” ungkap Menag.

Capaian tersebut, lanjut Menag, merupakan hasil sinergi aparatur Kementerian Agama, pemerintah daerah, lintas kementerian/lembaga, serta kedewasaan masyarakat dalam mempraktikkan toleransi dan moderasi beragama.

Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian ini pada 2026 melalui program yang lebih terukur dan berbasis dampak.

Menurut Menag, penguatan moderasi beragama menjadi bagian integral dari agenda nasional, sejalan dengan Asta Cita pembangunan nasional, khususnya dalam membangun SDM unggul, berkarakter, dan berkeadaban, serta memperkokoh persatuan sebagai prasyarat pembangunan.

Selain agenda kerukunan, kegiatan HAB ke-80 Kemenag juga dimanfaatkan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat. Di sela-sela acara, Kemenag menyerahkan bantuan Zakat Produktif untuk pembangunan fasilitas sumur bor air bersih di Kampung Zakat Wonogiri.

Bantuan senilai Rp30 juta tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus menunjang keberlanjutan UMKM dan sektor pertanian, terutama dalam optimalisasi irigasi lahan warga.

Langkah ini menegaskan bahwa kebijakan kerukunan tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan seiring dengan penguatan kesejahteraan dan keadilan sosial, sebagaimana arah pembangunan nasional.

Menutup arahannya, Menag menyampaikan doa dan harapan agar Wonogiri terus tumbuh sebagai wilayah yang maju, sejahtera, dan religius.

“Mari bersama-sama kita wujudkan Wonogiri sebagai kota yang bersih, sejuk, sejahtera, dan yang terpenting, religius,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Wonogiri, Direktur Jenderal Bimas Buddha, Staf Khusus Menteri Agama, serta Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Pelepasan peserta jalan sehat ditandai secara simbolis dengan pengibaran bendera start oleh Menteri Agama.

 

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!