Mentan Amran: Stok Beras 4,5 Juta Ton Tertinggi Sepanjang Sejarah, Indonesia Aman Hadapi El Nino

3 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional, News - 06 Apr 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia dalam kondisi siap menghadapi potensi dampak El Nino yang diprediksi menyebabkan kekeringan hingga enam bulan ke depan.

Amran mengakui bahwa dampak cuaca ekstrem panas mulai dirasakan dan berpotensi memengaruhi produksi pertanian.

Namun, dengan pengalaman mengelola El Nino pada 2015, 2023, dan 2024, serta stok beras pemerintah yang mencapai 4,5 juta ton—tertinggi sepanjang sejarah Indonesia—pemerintah meyakini ketahanan pangan nasional dalam posisi sangat kuat.

Amran menyampaikan keyakinannya bahwa stok beras akan terus bertambah dalam waktu dekat. “Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka. 4,5 juta. Insya Allah 10 hari, 20 hari ke depan itu 5 juta,” tegasnya, Senin (6/4/2026).

Selain stok di gudang pemerintah, ia mengungkapkan ketersediaan pangan di sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) mencapai 12,5 juta ton, sementara tanaman yang siap panen (standing crop) mencapai 11 juta ton, sehingga total ketersediaan pangan nasional mencapai 23 juta ton.

“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan?” ujarnya.

Prediksi El Nino Godzilla 2026 sendiri diperkirakan akan menyebabkan musim kemarau yang lebih panjang dan kering dibandingkan rata-rata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memperingatkan bahwa fenomena ini berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah sentra pangan.

“Itu El Nino Godzilla kan katanya kering 6 bulan. Tapi, sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu, 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman tahun 2015, 2023, 2024,” kata Amran.

Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat sistem produksi, mulai dari peningkatan pompanisasi hingga optimalisasi lahan rawa.

“Aku tambah pompanisasi. Ya, mudah-mudahan 40 ribu. Jadi, semakin kuat. Jadi, enggak usah khawatir El Nino karena pertahanan kita kuat. Karena kita sudah ada pompanisasi, sudah ada irigasi, kemudian olah tanah rawa yang kita tanami dulu, kita perbaiki irigasinya, tanam 1 kali, jadi 2 kali, 3 kali,” jelasnya.

Target pompanisasi yang mencapai 40 ribu unit tersebar di berbagai daerah rawan kekeringan, dengan dukungan anggaran dari APBN maupun kerja sama dengan pihak swasta.

Amran juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional, termasuk petani, TNI, Polri, Kejaksaan, dan media.

“Petani Indonesia, pahlawan pangan Republik ini, kepada TNI, Polri, Kejaksaan, seluruh yang membantu masyarakat tani sehingga beras kita melimpah. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih juga kepada seluruh media,” ucapnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak khawatir terhadap kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini.

“Jadi, sudah aman. Pangan aman,” tegasnya.

Amran menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak dalam menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi potensi krisis global.

“Beras kita melimpah. Kita syukuri ya, inilah buah gagasan besar Bapak Presiden. Beliau membuat gagasan besar, kita kolaborasi di bawah, bekerja bersama-sama, sehingga hasilnya hari ini kita nikmati, di saat geopolitik memanas, Alhamdulillah kita tenang-tenang saja, harga pangan baik, bahkan kita syukur dan melimpah,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!