Pasca Bencana, Ketersediaan Bahan Pokok di Aceh Kini Mulai Normal

2 menit membaca
Fazril Maulana
Daerah - 15 Des 2025

Indoragamnewscom, ACEH-Pascabencana, beberapa bahan pokok sempat mengalami kelangkaan di Banda Aceh dan Aceh Besar, termasuk beras, cabai, dan kebutuhan pokok lainnya. Kondisi ini menyebabkan harga di pasaran melonjak tajam dan menyulitkan masyarakat.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Aceh, Surya Rayendra, mengatakan bahwa saat ini pasokan cabai mulai kembali normal. “Sebagian cabai didatangkan dari Aceh Tengah dan Bener Meriah, Dimana saat ini di daerah tersebut sedang musim panen.

“Berkat bantuan BNPB melalui pengiriman menggunakan pesawat, sejumlah cabai sekitar 200–500 kg berhasil dikirim. Hari ini, tambahan pasokan cabai sebanyak 1 ton juga tiba dari Takengon,” jelas Surya Rayendra saat konferensi pers di Pusat Informasi dan Media Center Penanggulangan Bencana Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Sabtu (13/12/2025).

Dengan pasokan baru ini, harga cabai yang sebelumnya sempat menyentuh Rp300 ribu per kilogram di Banda Aceh kini turun menjadi sekitar Rp30–40 ribu per kilogram.

Selain cabai, beras juga sempat mengalami kelangkaan. Hal ini terjadi karena sebagian besar beras bantuan bencana dialokasikan untuk korban terdampak, sementara masyarakat umum yang tidak terdampak tetap membutuhkan pasokan.

Ia menjelaskan, bahwa Pemerintah telah melakukan koordinasi dengan Perum Bulog untuk menyalurkan beras kepada masyarakat agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi.

Surya Rayendra menambahkan, pihaknya terus memantau ketersediaan bahan pokok di pasaran dan akan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Untuk mengatasi kelangkaan beras, kami telah berkoordinasi dengan Perum Bulog agar dapat menyalurkan beras melalui program SPHP,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Pangan melaksanakan program pangan murah untuk membantu masyarakat terdampak dengan menyediakan 1.700 paket bahan pokok yang berisi beras, telur, dan minyak goreng dengan harga bersubsidi.

“Program ini alhamdulillah mampu membantu menstabilkan harga di pasar, khususnya di Banda Aceh dan Aceh Besar, yang meskipun tidak terdampak langsung oleh bencana, merasakan efek kelangkaan bahan pokok,” kata Surya Rayendra.

Pemerintah provinsi menegaskan akan terus memantau ketersediaan dan harga bahan pokok agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan lonjakan harga tidak terjadi.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!