Ilustrasi sepasang suami istri sedang merawat tanaman di kebun rumah untuk menjaga kesehatan fisik dan mengurangi tingkat stres/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom, JAKARTA-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak perempuan Indonesia mengoptimalkan pekarangan rumah untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.

Lahan pekarangan dinilainya efektif menekan pengeluaran rumah tangga di tengah tantangan ekonomi.
“Ayo manfaatkan pekarangan yang ada di sekitar kita untuk menghemat pengeluaran keluarga. Salah satunya dengan menanam kebutuhan dapur sendiri, seperti cabai. Jika perempuan mampu memenuhi kebutuhan dapurnya secara mandiri dari lingkungan sekitar, ini menjadi potensi yang luar biasa bagi ketahanan keluarga,” kata Arifah, dikutip dari siaran persnya, Minggu (21/6/2026).
Aktivitas menanam, menurut Arifah, tak hanya berdampak pada sektor ekonomi. Ia menekankan kontribusi positif terhadap kelestarian lingkungan sekaligus bernilai ibadah.

“Ini adalah bentuk sedekah oksigen yang pahalanya luar biasa. Ketika para ibu menanam di pekarangan rumah masing-masing, esensinya kita mendapatkan manfaat untuk dunia sekaligus investasi untuk akhirat,” tambahnya.
Arifah juga memberi perhatian pada maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia mengingatkan para ibu dan keluarga untuk meningkatkan kewaspadaan karena ruang domestik kerap menjadi lokus terjadinya kekerasan.
“Saat ini, tantangan kita semakin berat karena kekerasan, baik fisik, emosional, maupun seksual berada sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Banyak korban kekerasan yang pelakunya justru berada di dalam rumah kita sendiri. Oleh karena itu, sinergi dan peran aktif perempuan dalam menjaga keluarga serta melindungi anak-anak menjadi kunci utama,” tegas Arifah.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyatakan efisiensi pengeluaran rumah tangga melalui pemanfaatan pekarangan berdampak signifikan pada kesejahteraan keluarga.
“Konsumsi cabai per rumah tangga bisa mencapai Rp3.000 per hari. Angka ini dapat ditekan jika para perempuan memanfaatkan pekarangan untuk menanam cabai dan kebutuhan lainnya. Langkah ini tidak hanya menghemat anggaran belanja, tetapi juga membuka peluang bagi ibu-ibu untuk berwirausaha dan menjadi lebih berdaya,” ucap Viman.
Menurut Viman, bertani di pekarangan rumah juga dapat menjadi media edukasi efektif untuk mendidik generasi penerus. Melalui aktivitas bersama, pemenuhan hak-hak anak dapat lebih dioptimalkan.
“Dalam proses ini, kita juga belajar untuk memprioritaskan pemenuhan hak dasar anak yang sering kali terabaikan. Setidaknya ada tiga hak dasar anak yang harus dipastikan pemenuhannya di tingkat keluarga, yaitu hak untuk didengarkan pendapatnya, hak untuk mendapatkan kasih sayang, dan hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tutur Viman.






