TRENDING

DPR Minta Tiga Sektor Ini Dibenahi Sebelum Arus Mudik

2 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 07 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Komisi V DPR RI mendesak pemerintah membenahi tiga sektor krusial penunjang kelancaran dan keselamatan arus mudik Lebaran 2026. Pembenahan meliputi infrastruktur jalan, pengawasan moda transportasi, hingga manajemen rest area yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan dan kecelakaan.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mengungkapkan pihaknya menerima laporan dari berbagai daerah mengenai sejumlah ruas jalan rusak yang masih dalam tahap perbaikan. Ia meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menuntaskan pekerjaan jauh sebelum puncak arus mudik.

“Kami berharap perbaikan oleh Kementerian PUPR dapat diselesaikan tepat waktu. Jangan sampai mendekati H-7 atau H-8 masih ada pekerjaan di jalan,” ujar Huda dalam kegiatan Diskusi Dialektika Demokrasi di Ruang Abdul Muis, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Pembenahan sektor pertama, menurut dia, bertujuan menekan potensi kecelakaan akibat kondisi jalan tidak mantap. Tingkat kemantapan jalan, katanya, berkorelasi langsung dengan keselamatan perjalanan pemudik.

Sektor kedua yang menjadi perhatian adalah pengawasan terhadap moda transportasi umum. Huda mengingatkan insiden kecelakaan di jalan tol beberapa tahun lalu yang menewaskan sejumlah orang akibat kendaraan angkutan beroperasi tanpa pengawasan memadai. Ia menekankan perlunya pola pengawasan berulang agar kejadian serupa tidak terulang.

“Hal seperti ini harus menjadi perhatian serius agar tidak terulang kembali,” tegasnya.

Koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan Kepolisian terus dilakukan untuk mengoptimalkan pengawasan serta penegakan hukum. Fasilitas penunjang seperti rambu lalu lintas dan penerangan jalan umum juga perlu diperkuat di titik-titik rawan kecelakaan.

Sektor ketiga yang tak kalah penting adalah manajemen rest area. Huda menyoroti kepadatan pengunjung yang kerap membuat pemudik tidak dapat beristirahat dan terpaksa melanjutkan perjalanan dalam kondisi lelah. Kondisi ini, menurutnya, berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan.

“Ketika pemudik tidak bisa masuk ke rest area karena penuh, padahal mereka membutuhkan istirahat, akhirnya mereka tetap melanjutkan perjalanan dalam kondisi lelah. Ini tentu berisiko menimbulkan kecelakaan,” jelasnya.

Pengelolaan rest area, kata Huda, perlu diatur agar berfungsi optimal sebagai tempat peristirahatan sekaligus menjaga sirkulasi kendaraan. Durasi istirahat pengemudi juga perlu dikendalikan agar tidak terlalu lama sehingga arus kendaraan di dalam dan luar rest area tetap lancar.

“Rest area harus benar-benar berfungsi dengan baik. Pemudik bisa beristirahat, tetapi juga perlu diatur agar tidak terlalu lama sehingga sirkulasi kendaraan tetap berjalan,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Trending Harian

INSTAGRAM

4 days ago
3 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!