Pemerintah Ubah Skema MBG Jadi 5 Hari, Hemat Rp20 Triliun

2 menit membaca
Nandang Permana
Nasional, News - 01 Apr 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Pemerintah melakukan penyesuaian pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran negara. Distribusi MBG yang sebelumnya berlangsung enam hari dalam sepekan kini dioptimalkan menjadi lima hari.

Langkah ini diproyeksikan mampu menghemat anggaran hingga Rp20 triliun, sekaligus menjadi bagian dari paket kebijakan transformasi budaya kerja dan penghematan energi yang mulai berlaku 1 April 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk penataan ulang agar program tetap berjalan efektif namun lebih efisien dari sisi pembiayaan. “Pemerintah mendorong optimalisasi daripada program Makan Bergizi Gratis.

Program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026). Pemerintah memperkirakan potensi penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp20 triliun.

Meski ada perubahan skema, pemerintah memberikan pengecualian bagi sejumlah wilayah dan kelompok tertentu. Sekolah berasrama, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi tetap menjalankan distribusi enam hari, mulai Senin hingga Sabtu .

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menegaskan bahwa wilayah di Indonesia Timur, Sumatra, dan Papua menjadi prioritas karena tingkat stunting yang masih tinggi.

Kebijakan optimalisasi ini menjadi bagian dari paket besar reformasi efisiensi belanja negara yang mulai berlaku 1 April 2026. Sebelumnya, pemerintah juga mengumumkan efisiensi anggaran kementerian dan lembaga melalui pemangkasan perjalanan dinas dan kegiatan seremonial yang diperkirakan menghemat Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun.

Langkah ini diambil untuk menghadapi tekanan global akibat dinamika geopolitik Timur Tengah.

Hingga awal Maret 2026, program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat, termasuk anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta lansia di berbagai wilayah Indonesia.

Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari menyebut program MBG sebagai prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam upaya melahirkan generasi unggul melalui peningkatan asupan gizi masyarakat sejak dini.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa anggaran negara tetap berkelanjutan dan mampu menghadapi tekanan global.

“Dengan asumsi harga minyak mentah dunia mencapai US$100 per barel hingga akhir tahun, anggaran kita tetap berkesinambungan dan defisitnya masih terkendali,” ujarnya.

Pemerintah menilai penyesuaian pola distribusi dapat mengurangi potensi pemborosan tanpa mengurangi jangkauan utama program. Dengan pengecualian bagi wilayah prioritas, kelompok rentan tetap mendapatkan asupan gizi yang dibutuhkan. Kebijakan ini menandai upaya pemerintah menyeimbangkan antara perlindungan sosial dan disiplin fiskal.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!