Jemaah haji Indonesia/Foto:KemenagIndoragamnewscom, JAKARTA-Proses pemulangan jemaah haji Indonesia terus bergulir. Hingga Sabtu (20/6/2026), tercatat 62 persen jemaah telah tiba kembali di Tanah Air. Sebanyak 329 kloter telah memberangkatkan 127.709 jemaah dan 1.316 petugas, dengan total 129.025 orang yang telah kembali.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menekankan agar kepulangan ini dijadikan momentum untuk mengimplementasikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar ritual tahunan, melainkan proses transformasi diri.
“Perjalanan haji tidak berhenti ketika jemaah tiba di rumah. Justru dari sanalah pengabdian baru dimulai. Nilai kemabruran harus tercermin dalam sikap, kepedulian, serta kontribusi nyata kepada keluarga dan masyarakat,” ujar Maria di Makkah, dikutip Minggu (21/6/2026).

Maria mengapresiasi tingkat kepatuhan jemaah, khususnya terkait regulasi keselamatan penerbangan. Ia menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap larangan membawa air zamzam di dalam bagasi tercatat maupun tas kabin guna menjaga aspek keamanan selama perjalanan udara.
“Kepatuhan jemaah bukan hanya memudahkan proses pemeriksaan, tetapi juga menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan. Air zamzam telah disiapkan dan akan dibagikan secara resmi di debarkasi masing-masing,” tambah Maria.
Pemulangan terbagi melalui dua pintu utama: 267 kloter melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah membawa 103.687 jemaah dan 1.066 petugas, serta 70 kloter melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah membawa 26.898 jemaah dan 281 petugas . Selain itu, 15.802 jemaah haji khusus juga telah kembali ke Tanah Air.
Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari tenaga kesehatan hingga elemen pendukung lainnya, atas dedikasi dalam memastikan kelancaran operasional pemulangan.
“Dari Tanah Suci, jemaah tidak hanya membawa pulang kerinduan kepada keluarga, tetapi juga semangat kemabruran. Semoga kepulangan ini menjadi awal untuk menebarkan kebaikan dan membangun peradaban yang lebih baik,” pungkas Maria.






