Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, menegaskan bahwa pihaknya berada dalam posisi siaga penuh sembari menunggu komando dari Markas Besar (Mabes) TNI terkait langkah lanjutan usai insiden penembakan pesawat Smart Air di Papua/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, JAKARTA-TNI Angkatan Darat menyatakan posisi siaga penuh menyusul insiden penembakan pesawat Smart Air Papua yang terjadi di Lapangan Terbang Karowai, Rabu (12/2/2026). Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, mengonfirmasi telah menerima laporan detail mengenai serangan yang menewaskan dua kru pesawat sipil tersebut.

Meski demikian, Jenderal Maruli menegaskan bahwa langkah taktis pengejaran pelaku sepenuhnya berada di bawah kendali operasional Panglima TNI melalui koordinasi Markas Besar (Mabes) TNI.
Insiden berdarah ini menimpa pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR yang baru saja mendarat setelah melakukan penerbangan dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. Sekitar pukul 11.00 WIT, pesawat yang mengangkut penumpang tersebut diberondong tembakan oleh kelompok bersenjata saat masih berada di area landasan pacu.
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigjen Faizal Rahmadani, mengonfirmasi bahwa serangan tersebut merenggut nyawa pilot bernama Enggo dan kopilot Baskoro. Rentetan tembakan yang menghujani badan pesawat membuat kedua awak maskapai sipil ini tidak sempat melakukan upaya penyelamatan diri.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/2/2026), Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa pihaknya terus memantau dinamika di lapangan sembari menunggu instruksi resmi terkait keterlibatan personel Angkatan Darat dalam operasi lanjutan. Pengerahan pasukan tambahan akan disesuaikan dengan kebutuhan evaluasi dari Mabes TNI.
“Saya baru mendapatkan laporan mengenai kejadian yang menimpa pilot tersebut. Terkait petunjuk operasional, kami akan melihat bagaimana arahan dari Mabes TNI nantinya,” ujar Maruli kepada awak media.
Terkait kemungkinan operasi pengejaran intensif terhadap kelompok pelaku, KSAD menekankan bahwa rantai komando akan diteruskan langsung ke satuan tugas (satgas) yang sudah tergelar di wilayah tersebut.
“Kami hanya menunggu perintah,” tegas Maruli singkat mengenai kesiapan personelnya.
Penembakan ini menambah catatan panjang gangguan keamanan terhadap moda transportasi udara yang menjadi urat nadi logistik di wilayah pegunungan Papua. Saat ini, area Lapangan Terbang Karowai berada dalam status pengawasan ketat oleh aparat gabungan TNI dan Polri.
Penjagaan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya potensi serangan susulan serta memastikan jalur evakuasi korban dan penumpang tetap aman. Otoritas keamanan masih melakukan identifikasi mendalam terhadap arah pelarian kelompok penyerang di tengah medan geografis yang menantang.







Tidak ada komentar