Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari/Foto: Humas DPR RIIndoragamnewscom, JAKARTA-Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari menyebut lebih dari satu juta lulusan perguruan tinggi masih menganggur.

Program pemagangan nasional yang semula menargetkan 20 ribu peserta kini diperluas menjadi 100 ribu orang pada 2025, bahkan mencakup instansi pemerintah dan lembaga negara independen.
Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI ke Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/4/2026), Putih Sari menyampaikan keprihatinannya terhadap tingginya angka pengangguran terdidik.
“Banyak lulusan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi akademik memadai, namun masih memerlukan penguatan keterampilan praktis serta pemahaman terhadap kebutuhan riil dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya dalam sambutan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka lulusan perguruan tinggi masih berada di angka lebih dari satu juta orang . Angka ini menjadi perhatian serius Komisi IX, yang membidangi ketenagakerjaan.
“Program pemagangan ini menjadi salah satu instrumen strategis dalam menjembatani kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri,” katanya.
Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah meluncurkan program pemagangan nasional yang diperkuat Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi. Aturan ini menjadi landasan formal bagi perluasan akses magang bagi lulusan baru.
Cakupan program terus diperluas. Tak hanya di perusahaan swasta, pemagangan kini juga berlangsung di instansi pemerintah dan lembaga negara independen. Dampaknya, jumlah peserta melonjak dari 20.000 orang pada tahap awal menjadi 100.000 peserta pada tahun anggaran 2025.
Kabupaten Badung dipilih sebagai lokasi kunjungan karena potensi besarnya, khususnya di sektor pariwisata dan jasa. Aktivitas ekonomi yang tinggi serta kedekatan dengan kawasan pariwisata internasional menjadikan wilayah ini strategis untuk pengembangan program pemagangan.
“Pemagangan tidak boleh hanya menjadi program formalitas, harus ada dampak nyata berupa peningkatan kompetensi dan penyerapan tenaga kerja,” tegas Putih Sari.
Di Kabupaten Badung, tercatat 10 perusahaan berpartisipasi dalam program pemagangan dan telah menampung 153 peserta lulusan perguruan tinggi. Sinergi antara dunia usaha, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah dinilai berjalan positif.
Komisi IX mengapresiasi capaian ketenagakerjaan Kabupaten Badung. Berdasarkan data terbaru BPS, tingkat pengangguran terbuka di wilayah tersebut turun dari 2,72 persen pada 2024 menjadi 1,57 persen pada 2025. Jumlah pengangguran juga turun signifikan dari 28.027 orang pada 2021 menjadi 5.425 orang per Maret 2026 .
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Badung tercatat mencapai 82,13 persen, masuk kategori sangat tinggi dan menjadi salah satu yang tertinggi di Provinsi Bali.
Putih Sari menekankan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program pemagangan, mengingat pendanaannya bersumber dari APBN. Komisi IX menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan program berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata.
Ia mendorong dunia usaha untuk lebih terbuka menerima peserta magang. Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan Kementerian Ketenagakerjaan, menurutnya, harus terus diperkuat agar program pemagangan benar-benar mampu mencetak tenaga kerja kompeten dan berdaya saing.
Hasil kunjungan kerja ini akan menjadi bahan evaluasi bersama kementerian terkait dalam rangka penyempurnaan kebijakan ketenagakerjaan ke depan, khususnya terkait program pemagangan bagi lulusan perguruan tinggi.






