Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa Hadiri sesi diskusi bersama jurnalis dan masyarakat di ajang IdeaFest 2025 di Jakarta, Minggu (2/11/2025)/Foto:Humas Kemenkeu Indoragamnewscom, JAKARTA-Target pertumbuhan ekonomi 6 persen 2026 disampaikan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. Pemerintah menilai momentum pemulihan sudah terlihat sejak triwulan IV tahun lalu dan diyakini menjadi dasar untuk mendorong ekspansi ekonomi dalam dua tahun ke depan.

Pada triwulan IV, ekonomi tercatat tumbuh 5,39 persen. Angka ini disebut sebagai titik balik dari tren perlambatan sebelumnya. Pemerintah memproyeksikan laju pertumbuhan akan meningkat jika kebijakan fiskal dan moneter berjalan serempak serta sektor swasta kembali agresif berekspansi.
Purbaya menjelaskan strategi utama yang ditempuh adalah menggerakkan dua mesin pertumbuhan, yaitu belanja pemerintah dan aktivitas swasta. Pemerintah akan menjaga likuiditas, memperbaiki iklim investasi, serta mengoptimalkan belanja negara agar mendorong konsumsi dan investasi.
“Pertama, saya hidupkan fiskal, sudah mulai jalan. Moneter, private sector udah mulai jalan. Itu udah 6% lebih di atas kertas ya. Kalau behavior sistemnya nggak berubah, seperti itu kira-kira. Kemudian saya perbaiki iklim investasi”, ujar Purbaya dikutip, Minggu, 22 Februari 2026.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah membentuk Satgas Debottlenecking guna mengurai hambatan investasi. Hingga kini, 44 kasus hambatan usaha dilaporkan telah dituntaskan. Pemerintah menilai penyederhanaan regulasi dan percepatan perizinan menjadi kunci mempercepat realisasi investasi.
“Saya yakin dalam setahun udah hilang sebagian besar masalah yang mengganggu para pengusaha di Indonesia,” ungkap Bendahara Negara tersebut.
Di sisi lain, pemerintah memperketat pengawasan terhadap masuknya barang ilegal guna melindungi industri domestik. Kebijakan ini diharapkan menjaga daya saing pelaku usaha dalam negeri di tengah tekanan global.
Stimulus fiskal juga disiapkan untuk menjaga konsumsi rumah tangga. Pemerintah mengalokasikan Rp55 triliun untuk dukungan Lebaran dan pembayaran Gaji ke-13. Langkah ini ditujukan mempertahankan daya beli masyarakat pada periode puncak konsumsi.
Menurut Purbaya, Indonesia saat ini memasuki fase ekspansi yang diperkirakan berlangsung hingga 2030-2033. Pemerintah menilai fondasi pertumbuhan akan semakin kuat jika reformasi struktural dan perbaikan iklim usaha berjalan konsisten.
“Jadi masyarakat nggak usah khawatir, kita sedang membawa ekonomi Indonesia ke arah menuju Indonesia Emas,” tuturnya.




