Shin Hae Sun dan Lee Jun Hyuk berdiskusi dengan sutradara Kim Jin Min di lokasi syuting serial The Art of Sarah/Foto: SoompiIndoragamnewscom-Serial original Netflix bertajuk The Art of Sarah terus mencatatkan prestasi gemilang dengan menempati posisi ketiga dalam daftar Global Top 10 Non-English Shows sejak dirilis pada 13 Februari lalu.

Drama ini mengupas ambisi Sarah Kim yang diperankan oleh Shin Hae Sun, seorang perempuan yang nekat memalsukan identitas demi menjadi ikon kemewahan, bersinggungan dengan tokoh Mu Gyeong yang diperankan Lee Jun Hyuk.
Di balik kesuksesan yang merambah 38 negara termasuk Indonesia ini, tim produksi baru saja merilis detail di balik layar yang mengungkap ketelitian sutradara Kim Jin Min dalam membangun atmosfer “Boudoir”, sebuah jenama fiktif yang menyasar kalangan 0.1 persen kelas atas.
Detail produksi menunjukkan dedikasi Shin Hae Sun dalam memerankan tiga kepribadian berbeda namun memiliki wajah yang identik. Penggunaan kostum menjadi elemen krusial untuk memisahkan setiap persona yang dijalani oleh karakter utama tersebut.
Direktur kostum Jo Sang Gyeong, yang sebelumnya menggarap busana untuk serial Squid Game, merancang setiap gaya pakaian untuk mempertegas strata sosial masing-masing identitas.

Shin Hae Sun secara spesifik mendalami perubahan gestur dan cara berpakaian untuk menghidupkan karakter yang bergeser dari sosok sederhana menjadi figur yang memancarkan kecanggihan sosial di tengah pesta-pesta mewah.
“Saya memerankan Mok Ga Hee sebagai sosok yang lugu, Kim Eun Jae sebagai sosok yang murni dan elegan, dan Sarah Kim sebagai sosok yang glamor,” ujar Shin Hae Sun saat menjelaskan perbedaan pendekatan visual untuk setiap peran yang ia mainkan dalam satu judul tersebut.
Selain aspek busana, desain interior butik Boudoir menjadi pusat perhatian visual dengan penempatan pohon pinus raksasa di tengah ruangan dan area pajangan tas mewah yang ikonik.
Sutradara Kim Jin Min menjelaskan bahwa pemilihan desain tas Boudoir bukan sekadar aksesori, melainkan simbol dari kekayaan, kecantikan, hingga ilusi status yang ingin diraih oleh Sarah Kim. Tas tersebut menjadi motor penggerak cerita yang mewakili kehidupan gemerlap yang didambakan oleh sang karakter utama.
Pendekatan visual yang sinematik ini berhasil membangun kontras antara realitas hidup yang pahit dengan kemewahan palsu yang ditampilkan di depan publik.
“Secara efektif menangkap kekayaan, keindahan, dan bahkan ilusi status dalam sekejap,” ungkap sutradara Kim Jin Min saat menjelaskan alasan pemilihan desain tas yang menjadi kunci utama alur cerita dalam serial ini.
Di lokasi syuting, keterlibatan aktif para aktor seperti Lee Jun Hyuk dan Bae Jong Ok dalam diskusi teknis bersama sutradara menunjukkan upaya mereka untuk menggali lapisan rahasia di balik penampilan luar karakter masing-masing.
Lee Jun Hyuk yang berperan sebagai pemburu kebenaran tampak kerap melakukan bedah adegan guna memastikan ketajaman karakter Mu Gyeong dalam menghadapi kasus-kasus yang membingungkan. Sementara itu, Lee Yi Dam yang berperan sebagai Kim Mi Jung memberikan kejutan visual melalui transformasi karakter yang drastis, berpindah dari sosok ceria di pesta menuju persona yang mengerikan demi ambisinya menjadi Sarah Kim yang baru.
Keberhasilan The Art of Sarah mendominasi peringkat di berbagai negara Asia hingga Afrika membuktikan bahwa tema mengenai ambisi sosial dan penyamaran memiliki daya tarik universal.
Penataan ruang yang mewah dan kostum yang detail terbukti menjadi kekuatan utama Netflix dalam menyajikan tontonan yang memanjakan mata sekaligus memiliki narasi yang kuat.
Serial ini tidak hanya menjual wajah populer para bintangnya, tetapi juga keseriusan tim artistik dalam menciptakan dunia kemewahan palsu yang terasa sangat nyata bagi para penonton di seluruh dunia.






