Gedung DPR RI/Foto: Humas DPR RIIndoragamnewscom, JAKARTA-Angka pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang menembus 6,89 persen (YoY) pada Triwulan III 2025 memang mengagumkan, namun hal itu belum membuat DPR puas.

Anggota Komisi VI DPR RI, Sturman Panjaitan, melontarkan kritik pedas bahwa angka-angka cantik di atas kertas tidak akan berguna jika tidak berdampak langsung pada dompet rakyat.
Cuma Angka, Mana Lapangan Kerjanya?
Sturman menegaskan bahwa setiap kenaikan pertumbuhan ekonomi seharusnya linier dengan ketersediaan loker baru bagi masyarakat. Ia tidak ingin pertumbuhan ekonomi Batam hanya menjadi “pajangan” statistik semata.

“Pertumbuhan ekonomi kalau tidak meningkatkan lapangan pekerjaan, apa artinya? Setiap satu persen pertumbuhan ekonomi itu bisa menambah ribuan lapangan pekerjaan,” tegas Sturman usai Kunjungan Kerja Spesifik di Batam, Jumat (23/1/2026).
Meskipun Pemerintah Daerah memproyeksikan Batam bisa melesat hingga 11 persen pada tahun 2029, Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini tetap pada pendiriannya: tanpa penyerapan tenaga kerja yang memadai, angka fantastis tersebut akan kehilangan maknanya.
Sentil Lahan Tidur yang Bikin Investasi Mandek
Salah satu poin krusial yang disoroti Sturman adalah banyaknya lahan yang tidak terkelola dengan baik alias “lahan tidur”. Menurutnya, lahan-lahan ini seharusnya menjadi mesin penggerak investasi, bukan dibiarkan begitu saja.
Pemanfaatan Lahan: Harus lebih efektif dan efisien.
“Jangan sampai banyak lahan tidur. Kalau tidak diefektifkan dan diefisienkan penggunaannya, tidak akan menghasilkan apa-apa,” tambahnya dengan nada tegas.
Meski kritis, Sturman memastikan pihaknya akan terus mendukung kebijakan yang mendorong iklim investasi di Batam agar semakin kondusif. Fokus utamanya adalah memastikan investasi tersebut bermuara pada peningkatan kinerja ekonomi yang nyata bagi warga Batam.
“Kami di Komisi VI men-support agar investasi di Batam terus meningkat, kinerja ekonomi semakin baik, dan ujungnya berdampak pada kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.







Tidak ada komentar