Indra Sjafri Saat Hadir Dalam Turnamen Internasional Bali 7 s 2026/Foto: IndoragamnewscomIndoragamnewscom, GIANYAR– International Youth Football Tournament Bali 7s 2026 kembali digelar di Bali United Training Center, Gianyar pada 3-5 April 2026. Kompetisi pembinaan usia dini yang didukung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI ini mencatat peningkatan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya.

Diketahui 500 tim dari tujuh negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, India, dan Belanda ambil bagian dalam turnamen ini. Total peserta mencapai sekitar 8.000 pemain yang bertanding di berbagai kelompok usia, mulai dari U8, U10, U12, U14, U16, hingga kategori Pro dan Women.

Direktur Bali 7s Yabes Tanuri, mengatakan jumlah peserta tahun ini meningkat signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya. “Pada tahun 2024 terdapat 225 tim dengan 3.150 peserta, meningkat pada tahun 2025 menjadi 389 tim dengan 6.334 peserta. Tahun ini mencapai 500 tim dengan total 8.000 peserta,” ujarnya di Pantai Purnama, Gianyar, Bali, Jumat (3/4/2026).
Ia menambahkan, turnamen ini diharapkan menjadi wadah pembinaan pemain muda sekaligus membuka peluang lahirnya pesepakbola profesional masa depan.
Selain pertandingan, Bali 7s juga menghadirkan konsep festival keluarga dengan melibatkan 42 pelaku UMKM di sektor makanan dan minuman. Kehadiran tenant tersebut diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi lokal serta memperkuat sektor pariwisata.
Di sisi lain, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan turnamen yang kini memasuki tahun ketiga.
“Turnamen ini menjaga kesempatan talenta muda untuk mewujudkan mimpi menjadi pesepak bola profesional. Mereka tidak hanya mengasah bakat, tetapi juga membentuk karakter sportif dan menjalin persahabatan lintas negara,” kata Erick Thohir.
Erick juga menyoroti pentingnya penguatan ekosistem olahraga nasional, termasuk peningkatan jumlah pelatih sepak bola yang saat ini dinilai masih terbatas.
“Sepak bola kita baru memiliki sekitar 10.000 pelatih, ini masih sangat kurang. Pemerintah akan mempermudah sertifikasi pelatih, wasit, dan tenaga kepelatihan, bahkan diupayakan gratis agar pembinaan berjalan lebih masif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Erick berharap konsep Bali 7s dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia guna mendorong industrialisasi sepak bola serta memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism dunia. Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya dukungan infrastruktur serta kemudahan perizinan untuk menunjang kegiatan olahraga, khususnya di Bali yang memiliki potensi besar sebagai pusat wisata olahraga (Sport Tourism) internasional.
“Kami berharap Bali 7s tidak hanya di Bali, tetapi bisa hadir di berbagai daerah. Ini bagian dari upaya membangun industri sepak bola nasional,” tutur Menpora.







Tidak ada komentar