Press Conference Tournament International Bali 7s 2026Indoragamnewscom, GIANYAR -Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir dalam kesempatannya menghadiri pembukaan Turnament International Bali 7s 2026 mengungkapkan bahwa besarnya potensi generasi muda Indonesia yang mencapai 30 persen dari jumlah total populasi, belum bisa diimbangi dengan sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.

Untuk itu, ia mengaku pemerintah tengah melakukan berbagai upaya program usia dini yang sebelumnya sudah ada, namun belum maksimal itu untuk kembali konsisten dan terstruktur.
Pihaknya mendorong peningkatan kompetisi olahraga di tingkat sekolah sebagai modal utama dalam pembinaan atlet-atlet nasional.
“Kompetisi dari sekolah harus semakin banyak ditingkatkan. Kita ingin pembinaan sejak dini itu berjalan sistematis dan berkelanjutan,” kata Menpora Erick Thohir di sela pembukaan Bali 7s di Pantai Purnama, Gianyar, Bali, Jumat (3/4/2026).

Menpora mengaku pemrintah tengah menyiapkan skema perkembangan berbasis 21 cabang olahraga nasional. Skema tersebut dimulai dari SD hingga SMA yang akan diarahkan memili cabang olahraga sesuai kapasitas dan infrastruktur masing-masing sebagai bagian dari penguatan manajemen talenta nasional.
Pemerintah menggandeng federasi olahrga untuk mempermudah sertifikasi guru dan tenaga kepelatihan. Di antaranya pelatihan wasit, hingga peningkatan kualitas kepelatihan yang diupayakan dapat diakses secara gratis.
Menurutnya, Indonesia pada sektor khususnya sepak bola masih dalam kondisi krisis tenaga pelatih. Menpora menyebut data pelatih di Indonesia saat ini sekitar 10.000 orang pelatih, angka tersebut dinilai masih kurang jauh dari kebutuhan untuk pembinaan di seluruh daerah.
Selain fokus pada sektor pembinaan, pemerintah juga mendorong penguatan ekosistem olahraga nasioanl melalui kolaborasi tiga pihak, yaitu pemerintah sebagai penyedia program, sektor swasta sebagai penyenggara kegiatan dan sponsor , dan juga masyarakat sebagai pasar dan daya beli.
“10 ribu orang pelatih ini jumlah yang sangat kurang. Oleh karena itu, sertifikasi dan pembinaan akan dipermudah agar lebih banyak pelatih berkualitas,” ujar dia.
Di sisi lain, Menpora menyebut Turnament International Bali 7s dapat diperluas ke berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari strategi industrialisasi olahraga nasional, khususnya di cabang sepak bola.
Ia menegaskan peran Kemenpora dalam hal ini akan difokuskan sebagai fasilitator bukan sebagai pengendali cabang olah raga.
Menpora berharap federasi seperti PSSI bisa lebih mandiri dan bisa terhubung dengan organisasi internasional sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas pembinaan dan kompetisi.
Tak hanya itu, Erick menegaskan jika pemerintah harus memastikan kebijakan olahraga ke depan dan mengedepankan kesetaraan, baik itu untuk atlet putra dan putri dengan mendorong peningkatan kualitas kompetisi pada semua sektor olah raga.
“Kita mendorong kolaborasi global dan perbaikan metode kepelatihan. Peningkatan kualitas olahraga kita tidak lepas dari kerjasama dengan berbagai pihak, yaitu dengan internasional,” pungkas dia.






