West Ham kalah 0-2 dari Aston Villa di Villa Park/Foto: West HamIndoragamnewscom-Rencana West Ham United buyar sebelum pertandingan benar-benar dimulai. Bek andalan Jean-Clair Todibo mengalami cedera dalam sesi pemanasan jelang laga melawan Aston Villa di Villa Park, memaksa pelatih Nuno Espirito Santo merombak formasi timnya secara mendadak.
Tanpa pemain kunci di lini belakang, The Hammers tampil tak nyaman sepanjang laga dan akhirnya kalah 0-2.

Todibo sedianya menjadi starter dalam skema tiga bek yang disiapkan Nuno. Namun bek asal Prancis itu terlihat meninggalkan lapangan pemanasan sambil memegang betisnya. Ia bahkan tampak dihibur oleh rekan-rekan setimnya sebelum akhirnya duduk di bangku cadangan dengan ekspresi frustrasi.
Situasi darurat itu memaksa Nuno mengubah formasi dari tiga bek menjadi empat bek. Freddie Potts, seorang gelandang, ditarik ke lini belakang untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Todibo. Perubahan taktis yang dilakukan menit-menit akhir ini terbukti mengganggu ritme tim.
“Itu selalu menjadi masalah kehilangan pemain di pemanasan, itu mengubah segalanya. Kami harus mengubah formasi. Kemudian di babak pertama kami tidak nyaman dalam permainan, karena kami datang terlambat, di bawah tekanan, banyak hal yang tidak kami inginkan,” ujar Nuno dikutip dari Sky Sports.

Ketidaknyamanan West Ham langsung dimanfaatkan tuan rumah. Aston Villa mendominasi babak pertama dengan 14 percobaan tembakan. John McGinn membuka keunggulan pada menit ke-15 melalui sepakan terukur setelah menerima umpan terobosan Jadon Sancho.
Keunggulan Villa semakin mantap pada babak kedua ketika Ollie Watkins menyambar bola rebound hasil penyelamatan Mads Hermansen pada menit ke-68.
Statistik pertandingan menunjukkan betapa superiornya tuan rumah. Aston Villa melepaskan total 22 tembakan sepanjang laga dengan 7 di antaranya mengarah ke gawang, sementara West Ham hanya mampu melepaskan 8 tembakan dengan 1 yang on target . Penguasaan bola pun dikuasai Villa dengan angka 59 persen berbanding 41 persen milik tim tamu.
“Kami kehilangan pertandingan melawan tim yang bagus, saya pikir mereka lebih baik dari kami sebagai sebuah tim, mereka bermain lebih baik, mereka lebih kuat dari kami. Di babak pertama kami melakukan beberapa perubahan, peningkatannya tidak cukup untuk benar-benar mengubah jalannya pertandingan,” tambah Nuno.
Kekalahan ini membuat posisi West Ham di klasemen semakin mengkhawatirkan. Tim asuhan Nuno kini terdampar di peringkat ke-18 dengan raihan 29 poin dari 31 pertandingan.
Catatan ini menjadi yang terburuk bagi The Hammers, hanya musim 2006-07 dan 2009-10 yang mencatatkan periode lebih lama tanpa mencapai 30 poin dalam satu musim Premier League.
Nuno mengakui bahwa kekecewaan terbesar bukanlah dari hasil pertandingan itu sendiri, melainkan karena gagal memberikan yang terbaik bagi para pendukung yang datang jauh-jauh ke Villa Park.
“Ini tidak baik memasuki jeda internasional dengan perasaan seperti ini. Kami menyadari bahwa kami harus melakukan yang lebih baik. Saya pikir para penggemar hari ini merasa kecewa dengan kami, dan itulah yang paling menyakitkan,” ungkapnya.
West Ham kini memasuki masa jeda internasional dengan dua masalah utama: cedera Todibo yang belum diketahui tingkat keparahannya dan krisis kepercayaan diri tim yang terus memburuk.
Sementara itu, laporan menyebut Todibo kemungkinan mengalami cedera betis yang mirip dengan yang dialami Crysencio Summerville, yang masih dalam tahap pemulihan. Nuno mengonfirmasi bahwa Summerville “terus membaik” tetapi belum dapat dipastikan kapan akan kembali ke lapangan.
Sisa musim ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Nuno dan skuad West Ham untuk keluar dari zona degradasi. Dengan tujuh pertandingan tersisa, termasuk laga krusial melawan Wolves di kandang setelah jeda internasional, setiap poin kini terasa seperti emas.






