Pegawai Kesehatan Hewan dari Dinas Peternakan Aceh memberi vaksinasi untuk hewan ternak/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, ACEH-Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Simeulue, Aceh, memvaksinasi 920 ekor kerbau dan sapi untuk mencegah penularan penyakit menular, terutama penyakit ngorok (Septicaemia Epizootica/SE).

Vaksinasi dilaksanakan di tiga kecamatan: Simeulue Timur, Teupah Tengah, dan Teupah Barat.
Kepala Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Simeulue, Syuhelmi, mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. Jumlah ternak kerbau di kabupaten ini mencapai 18 ribuan ekor, sementara sapi mencapai 6.000-an ekor yang tersebar di 10 kecamatan. Tahun ini, hanya tersedia 920 dosis vaksin.
“Tujuan vaksinasi ini sebagai langkah pencegahan agar ternak di Kabupaten Simeulue terhindar dari penyakit menular, di antaranya penyakit ngorok,” katanya dalam rilis yang dikirimkan, Kamis (14/5/2026).

Syuhelmi mengungkapkan kendala lain di lapangan: sebagian besar hewan ternak tidak dikandangkan dan cenderung dilepasliarkan. Kondisi ini menyulitkan petugas melakukan vaksinasi karena hewan sulit ditemukan dan dikumpulkan.
“Ada beberapa kendala dalam vaksinasi hewan ternak tersebut, di antaranya hewan ternak dilepasliarkan atau tidak dikandangkan. Kondisi ini menyulitkan petugas melakukan vaksinasi,” kata Syuhelmi.
Pemerintah daerah berupaya agar vaksinasi bisa dilakukan ke seluruh ternak di Simeulue. Rincian vaksin yang disebar: Kecamatan Simeulue Timur 270 dosis, Kecamatan Teupah Barat 352 dosis, dan Kecamatan Teupah Tengah 300 dosis.







Tidak ada komentar