Wisatawan Mancanegara Mulai Lirik Kampung Batik Okra, Novita Hardini Desak Penguatan Ekonomi Kreatif

3 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 11 Feb 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Potensi ekonomi kerakyatan di Kampung Batik Okra Surabaya kini menjadi sorotan nasional setelah dikunjungi oleh Komisi VII DPR RI.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, menegaskan bahwa kampung tematik seperti ini memiliki nilai strategis jika dikonversi menjadi desa wisata berbasis budaya.

Menurutnya, kekuatan organik dari aktivitas warga di Surabaya mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Novita menyoroti bahwa ekosistem di wilayah ini tidak hanya terpaku pada satu komoditas, melainkan integrasi antara kerajinan, kuliner, dan edukasi.

Dalam kunjungan kerja yang berlangsung pada Selasa (10/2/2026), Novita Hardini melihat adanya peluang nyata dari integrasi UMKM kopi, kuliner, dan aktivitas membatik yang digerakkan warga secara mandiri. Ia menekankan bahwa status “desa wisata” tidak boleh berhenti pada keindahan visual semata, melainkan pada pengalaman autentik yang bisa dijual kepada wisatawan.

“Saya melihat peluang ekonomi yang nyata dan berdampak langsung bagi warga. Ini bukan sekadar kampung cantik, tetapi ekosistem ekonomi rakyat,” ujar Novita Hardini di sela kunjungannya.

Legislator perempuan asal Dapil 7 Jawa Timur ini juga mencatat bahwa daya tarik kampung ini telah menjangkau audiens internasional. Wisatawan asing mulai berdatangan untuk merasakan pengalaman membatik secara langsung.

“Mayoritas pengunjung justru dari kampus dan sekolah di Jakarta, dan ada wisatawan asing yang datang khusus untuk membatik dan membeli produk lokal,” ungkap Novita.

Meskipun memiliki potensi industri yang besar, pengelolaan Kampung Batik Okra tetap mengedepankan aspek idealisme pelestarian. Hal ini dikonfirmasi oleh pihak pengelola yang memandang profit sebagai dampak sekunder dari konsistensi menjaga warisan budaya.

Pendiri Kampung Batik Okra, Ridi Sulaksono, menjelaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah memastikan batik tetap lestari di tingkat akar rumput.

“Kami fokus pada pelestarian budaya batik di skala RW. Soal omzet bukan prioritas utama, meski ke depan bisa diarahkan ke penguatan industri,” kata Ridi yang juga menjabat sebagai Ketua RW 1 Kampung Pancasila Kranggan, Bubutan.

Produk dari wilayah ini dilaporkan telah menembus pasar internasional, membuktikan bahwa komoditas lokal memiliki daya saing yang kompetitif jika dikelola dengan konsisten.

Komisi VII DPR RI mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, untuk memberikan dukungan kebijakan lintas sektor yang lebih konkret.

Optimalisasi desa wisata yang telah diakui secara nasional dianggap krusial agar identitas budaya Indonesia bisa lebih menonjol di pasar global.

Novita Hardini menilai dukungan infrastruktur dan pendampingan UMKM menjadi kunci utama agar kampung-kampung tematik di Surabaya tidak hanya menjadi destinasi lokal, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok ekonomi kreatif dunia.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!