Politisi PDI P Sentil Kemenperin: Hilirisasi Karet Cuma Jargon Kalau Petani Masih Buntung

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
News, Politik - 26 Jan 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Ambisi besar pemerintah dalam hilirisasi industri karet nasional mendapat “rapor merah” dari Senayan.

Meski sering digadang-gadang sebagai kunci ekonomi masa depan, realita di lapangan menunjukkan bahwa nilai tambah komoditas ini belum benar-benar mendarat di kantong rakyat dan petani.

Kritik pedas ini dilontarkan Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, usai meninjau operasional PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE) di Sumatera Utara, Jumat (23/01/2026).

Ia membongkar fakta bahwa mayoritas ekspor karet Indonesia masih dalam bentuk barang setengah jadi.

“Capaian hilirisasi tidak bisa hanya diukur dari peningkatan ekspor maupun volume produksi semata. Ini harus menjadi catatan kritis bagi Kementerian Perindustrian, bagaimana menambah nilai tambah bagi Indonesia, terutama bagi petani dan masyarakat sekitar industri,” tegas Novita.

Novita mengungkapkan data mengejutkan: sekitar 85 persen ekspor Indonesia masih didominasi produk tanpa nilai tambah tinggi. Baginya, mengekspor bahan mentah atau setengah jadi tanpa pengolahan maksimal adalah bentuk “kebocoran ekonomi” yang merugikan kedaulatan negara.

Politisi Fraksi Partai  PDIP  ini mendesak pemerintah untuk berhenti sekadar mengejar angka ekspor dan mulai memperkuat otot pasar domestik.

“Kita harus bisa menjadi raja di negeri sendiri. Dampak kebijakan industri harus nyata dirasakan masyarakat dan petani,” ujarnya.

Selain soal nilai tambah, Novita juga menyoroti tantangan industri yang mulai goyah akibat cuaca ekstrem dan tensi geopolitik global, seperti yang dialami PT Bridgestone.

Namun, ia mengingatkan agar setiap insentif pemerintah terutama untuk industri hijau—tidak hanya dinikmati oleh korporasi besar saja.

Ia menuntut agar transformasi industri tersebut terintegrasi dengan kesejahteraan warga lokal dan daya saing nasional.

Kunjungan spesifik ini menjadi momentum bagi Komisi VII untuk memetakan persoalan di lapangan agar hilirisasi karet tidak sekadar menjadi angka di atas kertas, melainkan solusi nyata bagi peningkatan serapan tenaga kerja dan pendapatan negara.

 

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!