Novita Hardini saat menyerahkan bantuan satu set gamelan kepada kelompok budaya di Kecamatan Dongko Trenggalek/Foto: Media Center Novita HardiniIndoragamnewscom, TRENGGALEK-Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menyerahkan bantuan satu set gamelan kepada Kelompok Budaya Turonggo Yakso di Kecamatan Dongko, Kamis (12/2/2026).

Langkah ini merupakan wujud nyata dalam mengintegrasikan pelestarian budaya dengan penguatan sektor ekonomi kreatif di wilayah Trenggalek. Bantuan tersebut direalisasikan melalui program CSR Bank BRI Cabang Trenggalek atas aspirasi Novita Hardini.
Legislator PDI Perjuangan ini menekankan bahwa keberadaan perangkat musik tradisional tersebut harus menjadi katalisator bagi generasi muda untuk tidak hanya mencintai tradisi, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi dari seni pertunjukan.
Bagi Novita Hardini, gamelan memiliki kedudukan strategis sebagai simbol identitas budaya daerah. Ia berharap fasilitas baru ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh lebih dari 400 anak didik yang saat ini bernaung di bawah kelompok budaya tersebut.
Dukungan alat musik yang memadai diharapkan mampu meningkatkan kualitas latihan dan performa seni tari Jaranan yang menjadi kebanggaan masyarakat lokal.

“Harapan saya, gamelan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kreativitas para pelaku seni di Dongko. Ini bukan hanya tentang budaya, tetapi juga tentang masa depan generasi muda,” ujar Novita Hardini dalam keterangan tertulis yang diterima Indoragamnewscom, Minggu (15/2/2026).
Selain fungsi pelestarian, Novita Hardini melihat adanya potensi besar untuk mengembangkan kawasan Dongko sebagai pusat industri kreatif. Ia mendorong agar sanggar seni tidak hanya digunakan sebagai tempat latihan, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat pelatihan pembuatan ornamen Jaranan dan produk turunan budaya lainnya.
Hal ini sejalan dengan fokus kerjanya dalam memberdayakan pelaku UMKM dan industri kreatif di Jawa Timur.
“Budaya harus hidup dan memberi manfaat ekonomi. Sanggar ini bisa menjadi pusat kreativitas sekaligus pusat ekonomi kreatif masyarakat Dongko,” tegas Novita Hardini.
Pihak pengurus kelompok budaya menyambut baik bantuan ini karena sangat mendukung proses teknis pertunjukan. Meski demikian, mereka juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan perbaikan infrastruktur bangunan sanggar yang saat ini masih menggunakan material bambu.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan kemajuan ekonomi rakyat dapat berjalan beriringan dengan kebanggaan terhadap warisan leluhur.






