Pertamina Hulu Rokan (PRH)/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, JAKARTA-Di balik prestasi gemilang Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang berhasil mendongkrak produksi migas hingga 25 persen dari total nasional, terselip kekhawatiran besar.

Anggota Komisi XII DPR RI, Sigit K. Yunianto, mewanti-wanti agar ambisi mengejar angka produksi tidak berubah menjadi bencana lingkungan yang meluas hingga ke provinsi tetangga.
Lonjakan produksi ini dipicu oleh terbitnya Permen Nomor 14 Tahun 2025 yang membuka keran kerja sama pengelolaan sumur minyak oleh masyarakat setempat. Namun, kemudahan ini dinilai bak pisau bermata dua jika pengawasan kendor.
Kejar Target Tapi Abaikan Nyawa Lingkungan?

Sigit menegaskan bahwa ketahanan energi memang vital, namun standar keselamatan kerja dan perlindungan ekologi adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
“Peningkatan produksi migas, meskipun penting bagi ketahanan energi nasional, tidak boleh mengabaikan aspek keberlanjutan dan keselamatan lingkungan. Namun, peningkatan produksi ini juga harus diiringi dengan pengawasan ketat, terutama terkait standar keselamatan kerja, perlindungan lingkungan hidup, serta tata kelola yang berkelanjutan,” tegas Sigit di Pekanbaru, Jumat (23/1/2026).
Efek Domino: Ancaman Kerusakan ke Sumbar dan Sumut
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini mengingatkan bahwa dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas migas tidak mengenal batas administratif. Jika pengelolaan di Riau serampangan, daerah lain bisa ikut menanggung getahnya.
“Karena ini berkaitan langsung dengan lingkungan hidup, kami mohon agar betul-betul menjadi perhatian. Dampaknya ini luar biasa, jangan sampai kita mengejar produksi besar-besaran dari satu sektor, tetapi justru menimbulkan kerusakan lingkungan di wilayah lain seperti Sumatera Barat dan Sumatra Utara,” papar Legislator asal Dapil Kalteng tersebut.
Mendesak Tanggung Jawab Mutlak
Sigit berharap pemerintah tidak hanya silau dengan angka pertumbuhan produksi, tetapi juga memastikan kebijakan energi berjalan seimbang dengan keamanan warga di masa depan.
“Saya berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat memastikan bahwa setiap langkah peningkatan produksi migas dilakukan secara bertanggung jawab, berkelanjutan, serta tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan di masa depan,” pungkasnya.






