Pemain Lokal Dewa United Banten di IBL Gopay 2026, Arthur Vadel Krisma/Foto: IBLIndoragamnewscom, JAKARTA-Kondisi sang juara bertahan Dewa United Banten IBL 2026 sedang berada dalam tekanan besar akibat rentetan cedera pemain pilar pada pekan keenam musim reguler.

Kehilangan sosok kunci seperti Kaleb Ramot Gemilang yang absen semusim akibat cedera achilles hingga absennya pendulang poin utama Jordan Adams berdampak signifikan pada performa tim. Situasi ini diperparah dengan cederanya Kristian Liem, Laurentius Steven Oei, dan terakhir Joshua Ibarra yang mengalami muscle strain.
Akibat krisis kelengkapan skuad tersebut, Dewa United harus menelan kekalahan kedua saat menghadapi Kesatria Bengawan Solo dengan rekor pertandingan kini menjadi 5-2.
Derita Dewa United bermula dari hilangnya Kaleb Ramot yang merupakan elemen vital saat meraih gelar juara musim lalu. Tanpa kehadirannya, beban kepemimpinan kini beralih sepenuhnya kepada Arki Dikania Wisnu.

Selain itu, lini serang tim juga tumpul karena Jordan Adams belum bisa melantai sejak awal musim akibat masalah pada punggungnya.
Puncak krisis terjadi ketika laporan medis tim mencatat Kristian Liem harus menjalani operasi PCL dan absen selama satu musim penuh. Kondisi lini bawah ring semakin ringkih karena Laurentius Steven Oei juga belum bisa melakukan debut akibat calf muscle strain.
Absennya Joshua Ibarra di bawah ring menjadi pukulan telak yang membuat Dewa United sulit mengimbangi dominasi fisik lawan pada pertandingan terakhir.
Meski berada dalam situasi sulit, manajemen Dewa United mencoba melihat kendala ini sebagai kesempatan bagi pemain lokal yang selama ini duduk di bangku cadangan.
Menit bermain yang biasanya didominasi pemain asing dan pemain inti kini didistribusikan kepada nama-nama seperti Arthur Vadel Krisma Putra dan Patrick Nikolas.
“Saya rasa kami harus berpikir positif. Karena ketika tidak ada Kristian Liem, akan memberikan banyak menit bermain untuk Arthur Vadel Krisma Putra. Begitu juga dengan Patrick Nikolas akan banyak bermain untuk mengisi posisi Ibara. Sembari kami berharap bahwa masalah cedera ini akan segera berakhir,” ungkap Manajer Dewa United, Matius Zaki Iskandar.
Pada laga melawan Kesatria Bengawan Solo, rotasi pemain memang terlihat lebih dinamis dengan diturunkannya Rio Disi, Hardianus, hingga pemain muda Radithyo Wibowo.
Namun, performa barisan pemain pelapis ini dinilai belum cukup untuk mengimbangi tim lawan yang tampil dengan kekuatan penuh. Kesenjangan level permainan menjadi tantangan besar yang harus segera diselesaikan oleh tim pelatih.
Dewa United kini dituntut menemukan formula taktis baru untuk menjaga ritme kompetisi agar tidak semakin terpuruk di papan klasemen. Kemampuan adaptasi pemain lokal dalam memikul tanggung jawab besar di lapangan akan menjadi penentu nasib juara bertahan ini di sisa musim reguler IBL 2026.







Tidak ada komentar