Kemnaker buka Pelatihan Vokasi Batch 2 tahun 2026, target 30 ribu peserta. Pendaftaran 19 Mei-9 Juni via Skillhub, gratis, dapat sertifikat BNSP, 24 bidang kejuruan/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom, JAKARTA-Kementerian Ketenagakerjaan resmi membuka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 tahun 2026. Program ini menargetkan 30 ribu peserta dengan 24 bidang kejuruan yang mencakup teknologi informasi, industri kreatif, manufaktur, otomotif, hingga agroindustri.

Pendaftaran dibuka sejak 19 Mei hingga 9 Juni 2026. Masyarakat dapat mendaftar melalui portal Skillhub di skillhub.kemnaker.go.id atau platform SIAPkerja. Seleksi peserta berlangsung 10-17 Juni, hasil diumumkan 18 Juni, dan kick off pelatihan dijadwalkan 22 Juni 2026.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan program ini didesain menjangkau masyarakat lebih luas dan dekat dengan domisili masing-masing.
“Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Batch 2 kami laksanakan di BBPVP, BPVP, Satpel, dan UPTD di berbagai daerah agar akses pelatihan semakin merata,” ujar Yassierli dikutip Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, model pembelajaran berbasis praktik adalah instrumen paling efektif untuk mencetak tenaga kerja siap pakai dalam waktu singkat. Pendekatan ini memangkas waktu adaptasi yang biasanya dibutuhkan pekerja baru saat memasuki industri.
6 BBPVP dan 18 BPVP Jadi Penyelenggara
Pelatihan diselenggarakan melalui jaringan Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) Kemnaker yang tersebar di berbagai daerah.
Lokasi pelaksanaan meliputi enam Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP): Bandung, Bekasi, Makassar, Medan, Semarang, dan Serang. Kemudian 18 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di Ambon, Banda Aceh, Bandung Barat, Bantaeng, Banyuwangi, Belitung, Kendari, Lombok Timur, Padang, Pangkep, Samarinda, Sidoarjo, Sorong, Surakarta, dan Ternata.
Sepuluh Satuan Pelayanan (Satpel) turut mendukung pelaksanaan program, di antaranya Bengkulu, Lampung, Sofifi, Kupang, Bantul, Jambi, Lubuk Linggau, Majene, Mamuju, dan Palu.
Dua Sertifikat Resmi untuk Lulusan
Yassierli menegaskan standarisasi mutu lulusan program ini didukung oleh infrastruktur pelatihan modern serta instruktur yang tersertifikasi. Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Para peserta yang menyelesaikan program dengan standar kelulusan akan dianugerahi dua dokumen legalitas kompetensi: Sertifikat Pelatihan dari lembaga penyelenggara serta Sertifikat Kompetensi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Perluasan Program di 2026
Sebelumnya, Kemnaker sukses menyelenggarakan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1 dengan target peserta yang juga mencapai puluhan ribu. Evaluasi dari batch pertama menunjukkan hasil positif dengan tingkat kepuasan peserta yang tinggi.
Selain program vokasi, pemerintah juga memperbesar skala Program Magang Nasional 2026. Berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, kuota peserta ditingkatkan dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang, dengan target batch pertama dimulai pada Juli 2026.
Program magang ini akan dilaksanakan dalam tiga gelombang, masing-masing menargetkan 50 ribu peserta. Hasil evaluasi batch pertama program magang menunjukkan 85 persen peserta puas, dan 35 persen langsung mendapat tawaran kerja di tempat magang.
Yassierli berharap program vokasi dan magang ini mampu mengurangi ketimpangan kualitas sumber daya manusia antarwilayah di Indonesia sekaligus menekan angka pengangguran.
“Sertifikat kompetensi dari BNSP memberi nilai tambah bagi peserta untuk bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif,” ujarnya.






