TRENDING

Dedi Mulyadi dan Menhub Siapkan Pengamanan Arus Mudik Jawa Barat

3 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional, News - 14 Feb 2026

Indoragamnewscom, SUBANG-Pemerintah mulai memetakan titik krusial dalam persiapan Angkutan Lebaran 2026 mengingat Jawa Barat tetap menjadi episentrum pergerakan kendaraan terbesar di Indonesia.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengingatkan bahwa realisasi jumlah pemudik di lapangan sering kali melampaui angka proyeksi survei tahunan.

Berdasarkan data terbaru, potensi pergerakan masyarakat secara nasional diperkirakan mencapai 143,91 juta orang, namun angka ini diprediksi bisa membengkak saat hari pelaksanaan akibat tingginya mobilitas pengguna kendaraan pribadi yang mendominasi jalur tol dan arteri.

Dalam pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Subang pada Sabtu (14/2/2026), Menhub menegaskan bahwa posisi geografis Jawa Barat sangat vital. Wilayah ini bukan hanya daerah asal pemudik, melainkan jalur perlintasan utama bagi jutaan orang yang menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Jawa Barat memiliki posisi yang sangat strategis dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran. Selain sebagai daerah asal pergerakan terbesar, wilayah ini juga menjadi lintasan utama menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Dudy dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/2/2026).

Menhub menyoroti anomali data pada tahun sebelumnya sebagai bahan evaluasi. Meski survei menunjukkan angka tertentu, realisasi berbasis Mobile Positioning Data (MPD) pada Lebaran 2025 justru menembus 154,62 juta orang.

Kondisi ini menuntut kesiapan kapasitas sarana dan prasarana yang jauh melampaui standar minimal.

Dominasi mobil pribadi yang mencapai 53 persen dari total moda transportasi menjadi tantangan berat bagi manajemen lalu lintas. Koridor Jakarta–Cikampek diprediksi tetap menjadi titik paling kritis yang membutuhkan intervensi rekayasa lalu lintas secara berkelanjutan.

Selain jalur tol, jalur arteri juga mendapatkan perhatian khusus terkait keberadaan pasar tumpah dan perlintasan sebidang yang berisiko tinggi terhadap keselamatan.

Dudy secara spesifik meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperketat pengawasan di kawasan wisata yang biasanya mengalami lonjakan kepadatan setelah hari pertama Lebaran.

“Kami meminta dukungan penuh Pemprov Jawa Barat dalam pengendalian pasar tumpah, penataan kawasan wisata, pengawasan perlintasan sebidang, serta penguatan rekayasa lalu lintas di jalur arteri maupun tol,” tegasnya.

Selain faktor kepadatan kendaraan, aspek alam menjadi variabel yang diantisipasi secara serius. Jawa Barat memiliki sejumlah titik rawan bencana seperti longsor, banjir, hingga rob yang berpotensi memutus akses transportasi utama selama masa mudik dan balik.

 

Kementerian Perhubungan telah menginstruksikan pelaksanaan ramp check atau inspeksi keselamatan menyeluruh pada seluruh moda transportasi, baik darat, laut, udara, maupun perkeretaapian. Peningkatan standar pengawasan juga menyasar simpul transportasi seperti terminal dan stasiun guna memastikan keamanan pengguna jasa.

 

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu menekan angka kecelakaan serta mengurai hambatan operasional di lapangan. Menhub menyatakan optimisme bahwa pengelolaan arus mudik kali ini akan lebih tertib dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Melihat besarnya pergerakan dari dan melalui Jawa Barat, keberhasilan Angkutan Lebaran 2026 sangat ditentukan oleh kerja sama yang solid antara pemerintah pusat dan daerah. Kami optimistis Jawa Barat dapat menjadi contoh pengelolaan arus mudik dan balik yang aman dan tertib,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
4 weeks ago
1 month ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!